Ketegangan

525 Kata
"Perasaan aku kalau saat itu hanya bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain nya. Biasa nya aku sendiri tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini, Aku ngerasa sebuah kecemasan Suamiku itu akan menjadi kecemasanku juga tapi kenapa ya?" Rutukan Bunga yang dari tadi dia rasakan. Dia masih terus berjuang untuk menghilangkan rasa takut dan tidak mau berkata apapun Sampai dia berani lagi, di saat itu juga dia merasa ada sedikit Hawa dingin di sekitarnya yang membuat semua mua perasaan itu timbul begitu saja. Dia segera buru-buru untuk membawa semua makanan ke dalam kamarnya dan kembali untuk menghabiskan aktivitasnya di dalam kamar saja. Emang di malam itu dia merasa sedikit ketegangan pada dirinya entah kenapa apa dia rasakan semua, tidak ada satu perasaan yang membuat dia bergetar begitu saja tanpa dia memikirkan. Bunga berharap kekawatiran ini hanya Masa hari ini saja dia rasakan Jangan sampai besok dia melakukannya entah kenapa apa di rumah yang besar ini dia tinggal perasaan yang sangat terganggu dan membuat kekacauan begitu saja, tanpa dia pikir akan merubah segalanya di sisi lain di dalam perjuangan itu akan bisa membuahkan hasil kita mau lakukan yang terbaik demi masa depan. "Kenapa hati ini semakin kacau saja! Padahal aku biasa saja memikirkannya. Tadi kenapa ini bisa timbul begitu tanpa aku sadar aku memang tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Sampai detik ini pun aku masih belum paham apa yang sudah membuat aku semakin kacang di dalam sebuah keinginan naik Sampai detik ini aku berharap tidak ada." Ucap Bunga di dalam hati nya yang penuh ketakutan dan kecemasan satu sama lain nya. "Jangan sampai ini akan bisa menghancurkan kehidupanku sampai aku tidak tahu harus bagaimana mengatakan sejujurnya,aku masih belum paham apa yang dikatakan orang tersebut demi mendapatkan yang terbaik sisi lain juga aku hanya berharap Jangan sampai ada pemangsa salah." Ucap Bunga yang masih merasa diri nya tidak menentu. Memang saat di malam itu mulai datang Ansel merasa diri nya semakin tidak nyaman menjalan kan pekerjaan nya sampai di sisi lain, Pikiran Ansel hanya tertuju kepada Bunga istrinya. “Aku harus menelepon Jes saja, tetapi tidak mungkin hari sudah malam juga dan membuat dia terganggu saja di dalam pekerjaan nya yang tidak menentu nanti.” Rutukan Ansel di dalam hati nya yang sudah merasa tidak nyaman pada diri nya saat ini. Di hati Ansel hanya masih belum menerima nya. Dia ingin sekali langsung pergi mengendap-endap dengan kekuatan nya tetapi dia tidak ingin membuat semua orang harus mencari keberadaan nya saat ini. Ternyata Ansel mengurungkan niat nya untuk melakukan hal yang tidak bisa dia lakukan saat ini, di dalam kegiatan itu dia harus di tuntut harus ada di sana jangan keluar kemana pun. “Aku harus menelepon Jes, pasti dia mau menolong aku dan berusaha untuk melihat Bunga malam ini kalau bisa di jalan kan bersama.” Ucap Ansel di dalam hati nya yang sangat gelisah dan membuat diri nya semakin tidak tenang menjalan kan nya. “Hallo Jes!” “Ha! Kenapa Ansel? Hari ini sudah malam apa lagi yang mau kau bicarakan?” Ucap Jes dengan suara yang sangat berat karena baru saja bangun dari tidur nya yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN