Kecemasan Dia

538 Kata
“Memang di perjuangan hidup akan terus saja melakukan yang terbaik satu sama lain, di sini aku sangat mencemaskan istriku!” Ucap Ansel yang langsung berbicara begitu. Mata Jes langsung membulat dan dia terkejut saat mengetahui kalau diri nya akan melihat keadaan Bunga. “Aduh!!! aku lupa seharus nya aku ke sana saja tadi, tenang aku akan berusaha melihat nya dan jika aman aku akan memberitahu kau juga dengan secepat mungkin dan dia berusaha menjadikan diri ini semakin mendalam saja satu sama lain.” Ucap Jes yang langsung segera terbangun dari tempat tidur nya. “Oke Jes, aku meminta pertolongan itu jangan membuat permasalahan yang akan menjadikan diri Bunga akan takut melihat kau yang sedang datang.” Ansel berkata dengan nada yang sangat khawatir dia tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini, yang terpenting kehidupan nya akan menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain lagi. “Hahaha... kau ini seperti menganggap aku tidak bisa menghilang dalam waktu sekejap saja, di sini aku hanya berharap dia bisa baik baik saja di sana. Ingat! Aku akan membantu kau terus dan membuat kau nyaman dalam bekerja.” Ucap Jes kepada Ansel langsung mematikan ponsel nya dan mebuat diri nya semakin yakin kalau dia bisa melakukan hal tersebut. Setelah perbincangan mereka Ansel langsung saja mematikan ponsel nya dia tidak tahu harus berkata apa lagi jika melakukan apa pun itu, sampai detik ini, hanya bisa dia katakan demi melakukan yang terbaik satu sama lain nya. “Oke! Aku harus bersiap dan segera melihat keadaan Bunga yang di cemaskan oleh Ansel.” Jes berkata di dalam hati nya yang sudah merasa tidak nyaman. Dengan kekuatan iblis nya itu dia dengan sekejap mata dia langsung sampai di dalam rumah milik Ansel, perlahan dia menuju kamar Bunga. Di saat itu Jes melihat Bunga yang sedang tertidur dengan nyaman sampai di tidak tahu harus berkata apa lagi di dalam kehidupan nya. “Huft... syukurlah, dia baik-baik saja, apa aku harus di sini malam ini? Tapi tidak mungkin aku akan menakuti nya saja dan salh paham.” Kerangguan Jes yang berusaha untuk melakukan yang terbaik satu sama lain nya pada diri ini semakin mendalam saja. Jes menunggu untuk beberapa menit di sana tidak ada yang bisa di lakukan lagi sampai mendapat kan yang terbaik satu sama lain nya lagi, dia merasa itu sangat aman dan kembali menuju rumah nya. “Huft... akhir nya aku bisa tidur lagi, tetapi aku harus menghubungi Ansel agar dia merasa tenang di sana.” Ucap Jes di dalam hati nya, lalu dia mengambil ponsel dan langsung saja melakukan yang terbaik satu sama lain nya lagi. Di sisi itu tidak ada yang harus di jadikan sebuah keinginan yang nyata saja. Tanpa dia sadari di sebuah kenyataan itu akan menjadi ketidak nyamanan pada diri nya. “Hallo Ansel! Aku akan melaporkan kalau sekarang aku baru saja pulang dari rumah kau, jadi yang sudah aku lihat keadaan itu akan aman saja, istrimu sedang tidur terlelap.” Ucap Jes yang mengatakan kepada Ansel yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini. “Hm... syukur lah, terima kasih sudah mau membantu. Jes, jangan lupa mengunjungi istriku besok dan lihat keadaan nya yang seharus nya akan di laporkan saat ini.” Ucap Ansel kepada Jes.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN