Menikmatinya

536 Kata
"Aku juga mencintaimu Ansel, jangan meninggalkan aku dalam keadaan apa pun. Aku akan tetap menjadi yang terbaik untukku dan masa depan. "  Mereka berdua terlihat sangat lelah dan langsung tertidur pulas sambil berpelukan dengan mesra.  Hitungan hari mereka merencanakan untuk membangun berbulan madu dalam beberapa hari lagi, Hari itu pun tiba Ansel sudah siap untuk membawa Bunga untuk pergi berbulan madu dan setelah itu akan membawa Bunga untuk tinggal bersama di kota yang telah Ansel tentukan agar dia bisa bekerja dengan tenang.  Sayang ...  "Iya kenapa?"  "Aku lihat kau sangat bahagia."  Bunga terkekeh dan berkata, "Kau ini masih saja bertanya begitu, tentunya aku bahagia bisa menghabiskan waktu bersama suamiku."  "Syukurlah, aku juga merasa seperti itu, aku yakin ini bukan madu akan berkesan untuk kita berdua.  Saat Bunga sudah memejamkan mata di susul dengan Ansel yang sudah berat dari perjalanan yang sangat jauh, terdengar bisikkan di telinganya yang berkata, "Ansel ... akan aku ambil anakmu jika itu terjadi ... aku akan menggagalkan semuanya jangan melanggar apa yang telah di janjikan. "  Ansel Yang terbangun, dia ketakutan tubuhnya Yang berkeringat Dingin, napas Yang tidak beraturan, Bunga terasa Andari Andari Andari Andari Andari bingung Melihat hal Hal Hal Hal Ansel Yang Sangat BERBEDA TIDAK seperti biasanya.  "Ansel! Apa yang terjadi? Tubuhmu bergetar begitu, coba tarik napas dengan pelan.  "Aku takut, Bunga peluk aku. Aku tidak mau itu terjadi! Kau menjadi yang terbaik untukku saat ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh kita berdua. Apakah kau mengerti maksudku bagaimana. "  " Iya ... iya sudah tidur saja jangan kau seperti itu, dekap aku Ansel agar kau merasa tenang. "Ucap Bunga yang sangat khawatir melihat keadaan suaminya yang merasa tidak tenang.  Beberapa menit Ansel tertidur pulas dalam peluk kan Bunga, di dalam hatinya, Apa yang terjadi pada dia, aku masih tidak mengerti apa yang diucapkannya, tidak pernah aku melihat dia begitu cemas. Pasti ada sesuatu yang di pendam nya. Mungkin aku mulai besok harus menanyakan hal ini kepadanya, biarkan dia tidur dulu untuk beristirahat. Ansel aku sangat menyayangimu, tidak akan aku biarkan kau seperti ini. Bunga terus saja mengusap pipi Ansel dengan lembut dan dia mulai memejamkan dan berusaha untuk tertidur pulas, Berusaha mereka berdua agar momen bulan madu mereka jalani akan berjalan lancar seperti orang lain. Setelah malam itu Bunga terus membayangkan wajah Ansel yang tidak pernah dia lupakan, jauh di pemikirannya kalau Ansel bisa memperlakukan dia semanis itu, Bunga yakin kalau Ansel akan benar-benar tulus untuk menjaganya. Senyuman Ansel tidak bisa membayangkan lagi saat ini jauh di pemikirannya kalau pria itu benar-benar menarik perhatian.  Aku benar-benar tidak percaya sekian, aku mencari akhirnya ada yang bisa menerima aku apa adanya tanpa harus membicarakan kejelekan aku, Ansel sama sekali tidak pernah menyebut aku wanita aneh yang dia tahu hanya cantik di matanya. Seorang pria tampan mau menerima wanita seperti aku, bisa bilang orang yang sangat tidak sempurna seperti yang lainnya. Bunga di dalam hati terus membayangkan Ansel yang dia sukai. Suasana kamar Ansel yang remang-remang dia terbaring saat memegang tangan Bunga itu sangat berbeda yang tidak tahu lagi kenapa jantung ini berdegup kencang tak beraturan, Bunga ... apakah kau yang sudah di takdirkan untukku, aku tidak mau lagi membuat kau kecewa lagi, aku bertindak pada diri sendiri Ciptanya kau ingin menikah. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN