"Oke, sekarang kita pergi. Aku akan mengambil terlebih dahulu terlebih dahulu, terlebih dahulu terlebih dahulu menunggu aku di sini." Ucap Ansel yang langsung pergi pergi mengambil mobilnya. Tidak lama dia mengambil, langsung pergi melaju kencang mobilnya dan dia mengatakan dengan tenang, berusaha membuatmu bahagia, jangan merasa sepi sekarang ada aku yang menemanimu selamanya. "
Hm ... jangan berlebihan begitu."
"Iya, itu sudah aku niat dari awal."
Bunga hanya tersenyum saja dan Ansel perlahan-lahan memegang tangan Bunga membuat dia merasa bergetar, tatapan Ansel yang begitu dalam kepada Bunga itu membuat semuanya terjalin dengan indah.
Sesampainya di taman itu, Ansel meninggalkannya sebentar saja untuk membeli makan.
Mengapa dia begitu kepadaku, dia terlalu baik kepadaku sampai aku tidak bisa menghadapi pria itu. Ansel like malaikat yang datang sebagai penyelamatku, di saat aku tidak bisa mendapatkan sesuatu dia memenuhinya.
"Hei ... kenapa kau senyum-senyum sendiri, Apa yang buruk?" Tanya Ansel sambil melihat pemandangan manis Bunga.
"Apaan, jangan menggodaku seperti itu. Membuat aku malu saja."
Sudahlah, ini aku bawakan makanan dan minuman untuk bersantai di sini. Tenang aku akan membawamu ke sebuah tempat yang sangat indah sampai kapan pun kau berada di sisi ku. Bunga aku nyaman saat bersamamu. "
" Hm ... aku juga merasa nyaman denganmu, aku tidak merasakan teman seperti kamu.”
" Ha! Hanya teman? Yah ... aku kira kita memiliki hubungan yang sangat dekat hehe ... "
" Maksudnya? "
" Hm ... sudahlah, jangan di bahas lagi. Aku semua yang kita jalani ini akan berjalan lancar, dan ingin melakukan harap akan berakhir dengan bahagia. Bunga tetap bersamaku jangan pergi bersama orang lain, karena itu membuat aku cemburu. "
" Hahaha ... cemburu? Ada-ada saja kau ini, aku harap kita terus bersama selamanya.
Sesampainya di taman itu, Ansel meninggalkannya sebentar saja untuk membeli makan.
Mengapa dia begitu kepadaku, dia terlalu baik kepadaku sampai aku tidak bisa menghadapi pria itu. Ansel like malaikat yang datang sebagai penyelamatku, di saat aku tidak bisa mendapatkan sesuatu dia memenuhinya.
"Hei ... kenapa kau senyum-senyum sendiri, Apa yang buruk?" Tanya Ansel sambil melihat pemandangan manis Bunga.
"Apaan, jangan menggodaku seperti itu. Membuat aku malu saja."
Sudahlah, ini aku bawakan makanan dan minuman untuk bersantai di sini. Tenang aku akan membawamu ke sebuah tempat yang sangat indah sampai kapan pun kau berada di sisi ku. Bunga aku nyaman saat bersamamu. "
Mereka berdua berusaha untuk menunggu kedua orang tua Bunga yang akan pulang beberapa hari lagi.
"Bunga, yang terpenting untuk persiapan pernikahan kita akan urus sebelum orang tuamu pulang." Ucap Ansel yang begitu sangat bersemangat.
"Iya baiklah, mulai besok kita akan mempersiapkannya." Jawab Bunga dengan wajah tersenyumnya.
Beberapa hari kemudian, Ansel dan Bunga sudah sah menjadi pasangan suami istri dan mereka menjalaninya dengan lancar.
Sayang ... apakah kau bahagia? "Tanya Ansel yang sedang duduk manis di ranjang melihat Bunga yang sedang menyisir rambutnya.
Bunga langsung berhentikan gerakkannya dan dia mengatakan, "Apa maksudmu? Pastinya aku bahagia jika aku tidak bahagia pernikahan ini tidak akan berjalan dengan lancar. "
Bunga Langsung menghampiri Ansel suaminya Dan menyandarkan kepala Ke bahu Ansel, Saat ITU juga Ansel merasa ADA Yang BERBEDA PADA Bunga, Bunga Yang dia kenal Kemarin Malam LEBIH manja.
"Bunga, aku mencintaimu."