Bisikkan

508 Kata
Iya betul, aku terlalu emosi saat bisikkan berulang kali mengatakan kalau Bunga bukan wanita baik, aku sudah melihat jika menikahi Bunga hidup aku akan bahagia bersama dengannya, aku tidak mengerti apa yang ada pada diri wanita lugu itu. "Ucap Ansel dengan penuh semangat saat menceritakan Bunga. Lucifer tersenyum miring dan dia berkata, "Kau memang benar-benar mencintai Bunga? Terlihat di raut wajah yang begitu bahagia."  "Lebih tepatnya aku ingin memiliki Bunga seutuh nya, tidak pernah sedikit pun cara aku mendapat yang terbaik untuk Bunga, dia wanita yang Sangat berbeda, dia tidak seperti w*************a lainnya sebelum aku mengenal Bunga aku mencari kemana-mana wanita ternyata tidak ada yang tepat. "  Iya, makanya kau tetap menjaganya dengan baik, nanti dia jika memang kau dengan Bunga tidak jadi bersama, wanita itu akan terus di ganggu dengan bisikkan jahat yang mau menghancurkan hidupnya. Malang sekali wanita itu. "  Ansel menghela napas dan dia meminta tolong Lucifer," Aku mohon tetap pada aku dan Bunga, jangan sampai dia bisa celaka saat bersamaku. " "Tentu, tapi juga meminta tolong kalau saat bersama Bunga tolong emosimu, jika kau menghancurkan semuanya, sampai di sini paham?" Ucap Lucifer kepada Ansel.  "Oke baiklah." Ucap Ansel kepada Lucifer.  "Pergilah untuk memperbaiki masalah semalam yang telah gagal, agar berjalan dengan lancar lagi. Kalau begitu aku pergi dulu jangan pernah takut menghadapi."  Oke Lucifer.  Huft ... untuk saja Lucifer telah menemuiku dan kirim kepadaku, memang dia yang terbaik untuk menjadi mentorku, Ciptanya aku akan memperbaiki. " Malam Telah Tiba Ansel Yang Masih kepikiran Bunga nya Sangat Gelisah, dia berinisiatif untuk meninjau hal Bunga di rumah, aku akan menyelinap masuk ke kamar mungkin ini akan Terus aku lakukan untuk memandanginya saja. Dengan kekuatannya ini akan sampai ke dalam kamar Bunga.  Bunga yang sudah tertidur pulas membuat Ansel terkejut dan dia memandangi wajah Bunga sangat lama, dia menyelinap masuk tanpa membangun Bunga yang lagi tertidur, di dalam hatinya yang tenang, Bunga, aku sangat terkejut melihat Bunga yang begitu cantik saat dia tertidur begini.  Kaca mata yang lepas membuat kecantikannya terpancar.  Tiba-tiba wanita itu terbangun dari tidurnya, dia melihat Ansel yang sudah berkumpul dengannya, dengan mata yang membulat Bunga berkata "Ansel! Kamu kenapa berada di sini?" "Maaf Bunga, aku tidak mengikuti ..."  "Sekarang pergilah!"  Tiba-Tiba Ansel Menghilang, membuat Bunga terbelalak tidak Percaya apa yang telah dilihatnya, Apa aku melihat hal Suami?  Ansel yang sudah berada di kamar kamar kamar, kamar langsung gemetar tidak karuan dia merasa dirinya tidak tahu harus bagaimana lagi mengahadapinya, Ya ... ampun ... kenapa dia terbangun melihat aku, aku akan hilang ingatan ini, harus udah aku lakukan besok.  Keesokkan paginya dia mengunjungi Bunga dengan wajah seperti orang tidak bisa. "Hai Bunga, selamat pagi."  "Iya, pagi juga Ansel."  Bagaimana tidur malam ini nyenyak?  "Hm ... tidurku sangat nyenyak malam ini."  Huft ... akhirnya dia tidak mengingatkan kejadian itu. Kenapa kamu melamun saja?  "Tidak apa apa. Kalau begitu kita pergi saja, mungkin aku bisa mengajakmu untuk jalan ke tempat yang kau suka."  Terlihat wajah Bunga yang begitu bahagia, mungkin ini untuk pertama kalinya dia keluar dengan seorang pria. "Aku ingin pergi ke sebuah taman." 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN