Kecelakaan Itu

511 Kata
Ansel langsung pergi meninggalkan bunga dengan rujukan, dia berusaha untuk tetap tenang dan menjauhkan pikiran buruknya. Aku hanya sedih jika aku merindukanmu nanti, aku sudah terbiasa selalu berada di sisinya dari pertama kita bertemu. Dan ini kali pertama kau meninggalkan aku dan beberapa hari. Sudah jangan khawatir kan itu aku akan menunggumu di sini sampai kau pulang dan khawatir hidanganku kembali. Ucap Bunga yang langsung merapikan pakaian Ansel. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sampai jumpa beberapa hari lagi jaga kesehatanmu ya sayang." "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sampai jumpa beberapa hari lagi jaga kesehatanmu ya sayang." Ansel langsung pergi meninggalkan bunga dengan rujukan, dia berusaha untuk tetap tenang dan menjauhkan pikiran buruknya. Ansel langsung pergi meninggalkan bunga dengan rujukan, dia berusaha untuk tetap tenang dan menjauhkan pikiran buruknya. Ucap Bunga yang langsung merapikan pakaian Ansel.  "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sampai jumpa beberapa hari lagi jaga kesehatanmu ya sayang. "Ansel langsung pergi meninggalkan bunga dengan rujukan, dia berusaha untuk tetap tenang dan menjauhkan pikiran buruknya. Ucap Bunga yang langsung merapikan pakaian Ansel. Di hari itu Bunga yang bersiap untuk menyiapkan makanan dan persiapan Ansel untuk pergi. Bunga melihat wajah yang begitu sangat tidak menentu itu sedang duduk lesu saja. "Sayang kau kenapa?" Tanya Bunga kepada Ansel yang sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi kepada diri nya. "Aku tidak kenapa-kenapa sayang, hanya saja aku tidak mau kalau nanti aku pergi kau sendiri tanpa ada orang lain akan menemanimu saat ini juga." Ucap Ansel kepada Bunga. "Hehehe... kau jangan seperti itu, di sini aku akan baik baik saja jangan pernah mengatakan kalau kau tidak ada arti nya seakrang ini." Ucap Bunga kepada Ansel yang sudah tidak tahu mau bicara apa lagi kepada suami nya itu tidak menentu saja, sampai paham akan bagaimana mencari semua keberadaan yang ada satu sama lain nya. "Kau bisa saja mengatakan itu tetapi aku tidak bisa meninggalkan kau begitu saja tanpa ada yang menemani, aku juga berharap tidak ada satupun yang bisa mengganggu kita tetapi di sisi lain semua itu bisa saja berjalan tanpa ada yang enggak mengganggu." Ucap Ansel yang masih terlihat sangat tidak bersemangat. "Ansel sayangku... Berhentilah menganggap aku sebagai anak kecil! disini aku sudah tahu di mana aku harus melakukan apapun. kau ingat kalau aku sudah lama pendirian tanpa ada harus memikirkan namun tidak membuat semua itu berjalan dengan baik." Ucap Bunga kepada Ansel. Ansel masih saja berfokus kepada wajah Bunga dia berharap tidak ada permasalahan, Di antara di alami istrinya tetapi dilakukan sudah membuat jaminan hidupnya menjadi berkah di dalam keinginan nyata. "Ansel! Kenapa kau melamun saja Ayo sarapan soalnya kamu mau berangkat sekarang juga! Jangan pernah menganggap remeh setiap pekerjaan itu, aku ingat kedua orang tuaku selalu mengutamakan pekerjaannya dan sampai mereka melupakan aku yang selalu sendiri." Ucap Bunga kepada Ansel yang sudah tidak menentu itu terus menerus satu sama lain. Di perselisihan Ansel masih saja tetap mau berbicara kepada diri nya. " Iya aku tahu ceritamu itu tapi kau Jangan berpikir akan menjadi yang terbaik untuk dirimu sendiri terus memikirkan aku Aku sedang hamil tidak mungkin aku meninggalkan engkau."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN