Kepanikan Jes

562 Kata
Ansel berkata dengan nada yang sangat lemah sambil menundukan kepala nya. " Jadi kau menyerah Aku harus bagaimana? Coba katakan kepadaku! Di sini aku hanya berharap tidak ada permasalahan diantaranya. Jangan pernah menganggap semua itu bisa kau lakukan tanpa harus memikirkan satu sama lainnya, aku hanya berharap diri ini akan selalu ada untukmu dan tidak mau berkata apa-apa Sampai detik ini pun juga. " Bunga menjelaskan apa yang sudah di katakan nya saat ini juga sampai mengetahui apa yang sudah terjadi saat ini di mana keberadaan itu akan terus berjalan dengan begitu lancar satu sama lain nya. "Iya sudah, aku hanya ingin kau ada di sisiku terus udah selalu ada, kok tahu kalau aku tidak mau mau lihat kau begitu sangat kesal dan berbuat apapun memang tidak ada satupun rasa kekhawatiran aku kepada dirimu itu itu hilang begitu saja tetapi Ya sudah tidak apa-apa." Ucap Bunga dengan nada yang sangat lembut kepada Ansel. "Sejak itu aku hanya berharap di sebuah kenyataan akan bisa membuahkan hasil, biasanya meninggalkan ke 4 hari saja itu membuat aku yang terbaik saja untuk dirimu dan jangan pernah menganggap aku orang lain." Ucap Ansel kepada Bunga yang sudah menyelesaikan sarapan pagi di hari itu. Ansel langsung menghampiri Bunga dan dia memandang dengan wajah yang sangat lembut dan berkata kepada istrinya. "Sayang, iya sudah aku tidak mau mempermasal kan masalah ini terus, sekarang kau baik-baik saja di rumah jika memang ada orang yang menemanimu akan aku beritahu secepatnya jangan sampai kau sendirian berlama-lama." Ucap Ansel kepada Bunga dengan sangat lembut. Dari tatapan Ansel kepada Bunga itu begitu sangat khawatir, dia takut selama kepergiannya ada seseorang yang ingin jahat kepada dirinya dan istri karena perjanjian tersebut. Jarang sekarang dia melakukannya tanpa harus mendapatkan yang terbaik untuk istrinya tercinta, entah apa hari itu yang membuat mereka berdua harus berselisih paham. "Sejauh ini tidak ada satupun yang bisa membuat dirinya semakin yakin, aku berharap jika aku membutuhkan disaat kau pergi tidak akan aku sia-siakan dirimu sampai mendapatkan hal yang baru pada ke diriku sendiri." Ucap Bunga kepada Ansel yang sudah berusaha menenangkan diri nya yang tidak menentu itu. "Di saat itu juga semua keyakinan pada diri akan berubah menjadi nyata, tanpa Di dasarkan dengan perasaan yang sama di sisi lain tidak ada orang di dalam perjuangan hidup itu akan membuahkan hasil seperti apa yang kita ingin." "Tetapi bagaimana nanti kalau kau akan lama bekerja meninggal kan aku?" Tanya Bunga kepada Ansel. "Tidak akan aku lakukan Bunga! aku tahu keselamatanmu lebih penting dibandingkan keluar pekerjaan yang harus aku jalani saat ini, yang selain juga aku banyak berharap. Jangan sampai ada permasalahan yang baru datang untuk menyakiti diri kita sendiri tanpa ada ada orang lain yang mengatakannya sampai disini aku baru Paham dalam perjuangan itu akan ada membuahkan hasil, tanpa harus kita menikah satu sama lain Sampai detik ini aku tidak tahu harus bagaimana menjalankannya." Ucap Ansel yang sedang menjelaskan apa yang di katakan saat itu juga sampai tidak tahu harua bagaimana lagi menghadapi nya satu sama lain nya lagi. "Ingat! Apa pun yang terjadi nanti kau segera hubungin aku dan sebaliknya, Aku juga begitu jika ada sesuatu yang terjadi pada Aku di rumah Aku akan menghubungimu secara langsung. Tolong peka apa yang aku lakukan itu jangan sampai akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan saat ini." Ucap Bunga kepada Ansel yang sudah pasrah bagaimana keadaan nya saat ini juga satu sama lain nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN