Tanpa dia sadari sosok Lucifer sudah pergi sudah tidak tahu harus berkata apa lagi kepada dirinya sendiri. Perjuangan dia untuk mendapatkan yang terbaik kepada sahabatnya itu semakin tidak mendalam saja di sisi lain juga harapan di harapkan akan terus di lakukan.
Jes berpikir sangat keras harus bagaimana dia menjaga jangan sampai sahabat dan istrinya menjadi sasaran Lucifer yang sangat jahat, tanpa dia sadari juga Harapan itu bisa dilakukan demi mendapatkan yang terbaik.
Saat dia masuk ke dalam ruang keperawatan itu dia melihat yang sedang terbaring sudah sadarkan diri, dengan wajah yang sangat bahagia dia berharap tidak ada permasalahan.
"Bunga... Syukurlah kau sadar."
"Kenapa aku sudah sampai di sini?"
Tanya Bunga dengan penuh kebingungan sekarang.
"Kau tadi pingsan, makanya aku langsung membawa kau ke sini Dan di saat itu juga aku sedang terjadi pendarahan hebat aku semakin takut. "
Jelas Jes yang sudah tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Perasaan aku emang tadi melihat sosok yang tidak biasanya, dan membuat aku terjatuh setelah itu tidak mengetahui apa-apa apa. Jadi aku semakin tidak nyaman dengan keadaan rumah itu setelah pelangiku pergi."
Ucap Bunga yang masih merasa sakit yang berada di kepala nya.
"Yang banyak berbicara ataupun bergerak, itu hanya membuatku sakit dan tidak nyaman, dalam keadaan apapun di sini aku tahu kau sangat kacau memikirkannya sampai detik Inipun Aku berharap Jangan sampai ada permasalahan yang bisa mengganggu pikirannya.
Jelas Jes kepada Bunga.
"Baiklah, aku juga masih merasa sakit kepalaku. Oh ya aku ingin menanyakan apakah suamiku tahu keberadaan ku disini? Aku tidak mau dia khawatir dengan keadaan ku kalau bisa jangan di katakan."
Ucap Bunga dengan sedikit ketakutan.
"Kau Tenang saja suami kau tidak marah dengan keadaan kau seperti ini aku hanya berharap tidak ada permasalahan yang bisa kita lakukan lagi selain mendapatkan yang terbaik di sisinya itu memang perjuangan hidup itu harus bisa kita jalani bersama tanpa kita sadari. Aku sudah mengatakan kepadanya dengan kondisi-kondisi seperti dia akan segera pulang."
Ucap Jes yang berusaha menenangkan hati Bunga yang sangat resah.
" Aku tidak tahu lagi harus bagaimana Apa salahku sampai aku harus mendapatkan permasalahan seperti ini? Aku ingin dia segera pulang uang dan bertemu denganku Aku juga tidak tahu apa yang sudah terjadi."
Bunga berkata kepada Jes.
Jes Hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus berkata apa lagi kepada bunga Kenapa dia bisa seperti itu Sampai detik ini memang perjuangannya pernah lahan didapatkan begitu saja, bunga berharap bisa kembali dari awal lagi dan melakukan yang terbaik jangan sampai ada permasalahan yang baru yang datang.
"Bunga, aku kau Kalau kau khawatir. Yang diharapkan Itu adalah sebuah kenyataan jangan sampai ada permasalahan yang datang dan membuat diri ini semakin kacau dan tidak berarti. Memang sejauh ini hanya harapan itu yang bisa aku lakukan."
Jelas Jes dengan wajah murung nya.
"Kenapa kau bersedih begitu? Maafkan aku aku telah merepotkanmu aku tahu kau melakukannya demi kebaikan ku sendiri juga titik Sampai detik ini aku baru Paham jam kau banyak membantu."
Ucap Bunga yang masih terdengar lemah.
"Percaya atau tidak semua itu bisa dilakukan dengan mendapatkan yang terbaik, aku paham suamimu telah berjuang demi keluarga Kalian juga. Di dalam kehidupan itu akan bisa memakan hasil sampai kapanpun akan melanjutkan masa depan yang ada."
Jelas Jes yang langsung duduk di samping Bunga.