Jes menjelaskan semua apa yang telah terjadi yang dari awal sampai dia masuk rumah sakit perasaan bunga begitu sangat tidak mendalam. Perasaan yang diinginkan saat itu tidak menentu Sampai detik ini keinginan ternyata akan terwujud juga.
Bunga merasa sakit di kepalanya yang begitu sangat hebat, tanpa disadari seluruh tubuhnya begitu sangat dingin dan merasa sakit entah kenapa perasaan itu dia rasakan begitu saja tanpa di sadari.
"Aw... Kepalaku sakit sekali!!! Bagaimana ini?!"
Teriakan Bunga yang sangat kuat.
Jes terkejut terlihat jelas wajah paniknya yang tidak menentu itu Sampai detik ini perjuangannya semakin kacau dan dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi bunga yang kesakitan, Dia segera mencari dokter untuk dia jangan sampai terjadi apa-apa pada bunga.
"Tenang Bunga aku akan memanggil dokter, coba kau tahan dulu!"
Ucap Jes yang sudah sangat panik melihat Bunga yang sudah berteriak histeris.
Jes langsung keluar menuju ruangan dokter dia berteriak memanggil semua perawat agar Bunga terselamatkan, wajah yang sangat cemas begitu terlihat sangat jelas Entah kenapa di sisi lain kepedulian Jes kepada bunga begitu sama berarti, pernah perlahan bunga merasa tidak berdaya dan langsung pingsan begitu saja secara tiba-tiba saat itu juga.
Kepanikan itu dilanda di dalam hati jes Entah kenapa kekawatiran dia semakin menggebu-gebu, dia sangat marah kepada dokter dan perawat yang dipanggilnya tidak kunjung datang keadaan Bunga semakin kritis, dan tidak menentu lagi entah apa yang dipikirkannya saat itu dia langsung membuat berteriak sangat kuat.
"Tolong!!! Dokter... Saya membutuhkan bantuan."
Teriakan Jes akhir nya di dengar salah satu suster yang menjaga.
"Ada apa pak?"
Tanya suster tersebut kepada Jes yang terlihat panik.
"Ada teman saya yang sedang mengalami sakit di kepala nya."
Ucap Jes dengan gemetar saat itu.
Akhirnya Jes pergi bersama dengan suster tersebut akan apa di saat itu juga posisinya dia begitu sangat kacau, entah apa yang dipikirkannya saat ini begitu kuat lah perasaannya tanpa disadari sama sekali.
Saat dokter ingin memeriksa, Bunga sudah tidak sadar kan diri lagi setelah sakit kepala yang melanda nya sangat hebat.
Jes menunggu di ruangan tunggu, karena Bunga sedang di periksa sampai tidam tahu harus bagaimana lagisendirijdapi nya.
"Anda akan di luar saja, kita akan memeriksa nya."
Ucap Dokter.
Jes hanya bisa menganggukan kepalanya pikirannya saat itu tidak menentu, antara dia ingin segera ansela tidaknya dia bingung. Di dalam perjalanan hidup dia saat inilah yang sangat menegangkan.
"Argghh... Kenapa ini terjadi? Aku sangat takut nanti apa yang telah terjadi kepada bunga saat ini juga aku tidak tahu kenapa dia bisa mengalami hal seperti ini setelah ansel sudah pergi, entah apa bisa tertuju kepada kejadian itu sama."
Ucap Jes yang sudah tidak menentu sama sekali memmikirkan hal tersebut sampai tanpa ada daya nya sama sekali saat ini.
Sekitar beberapa menit dokter itu keluar membicarakan hal yang sangat mengejutkan, ternyata akibat benturan yang sangat kuat itu membuat kepalanya sering mengalami sakit jadi harga untuk tetap tidak melakukan aktivitas apapun dan saling menjaga.
"Sakit rasanya penyesalan yang sekarang ini aku hadapi begitu tumbuh saja. Memang saat ini perjuangannya Kamu berjalan dengan lancar tanpa mikir masa sama lalu saat kejadian itu juga aku berharap permasalahan itu akan bisa berjalan dengan lancar."
Ucap Jes di dalan hati nya yang risau kepada diri nya.