Devano tidak tahu sudah berapa lama ia duduk di teras depan rumahnya. Satu atau dua jam mungkin. Hanya ditemani segelas kopi yang baru di sesapnya sedikit. Semalaman Devano tidak bisa tidur karena terus memikirkan Dee. Ia merasa bersalah dan bertanya- tanya, bagaimana keadaan gadis itu selepas dirinya pergi? Apakah sudah jauh lebih baik atau perlu di bawa ke dokter? Ia bahkan sampai bolos kuliah hanya untuk memastikan keadaan Dee. Lupa bahwa yang dihadapinya sekarang adalah semester terakhir kuliahnya. Yang membuatnya seharusnya lebih fokus kuliah untuk segera menyelesaikan skripsi. Tapi karena Dee sedang sakit, pikirannya jadi terganggu. Selang lima belas menit kemudian, seseorang keluar dari rumah Dee. Ibu Dee rupanya. Bersamaan dengan itu Devano tidak hentinya menatap ibu Dee sampai

