Dua Puluh Empat

1061 Kata

"Tuan, saya sudah tahu caranya berkebun." Keduanya saat ini menuju jalan pulang ke rumah. Rencana Asha berkunjung ke satu persatu tetangganya usai. Para tetangga memiliki ketertarikan masing-masing, hampir semuanya berbeda. Dan yang paling akrab dengannya adalah tetangga nomor lima. Sebuah keluarga kecil yang harmonis. "Tuan tahu tidak?" Asha berlari kecil mendekati Yuuji yang berjalan beberapa langkah di depannya. Langkah kaki Yuuji yang lebar membuat jarak di antara keduanya. Bukan karena Yuuji ingin meninggalkan Asha ya. Jangan berpikiran buruk. "Tinggal tanam." Memajukan bibirnya, Asha tidak menyukai jawaban suaminya. "Ya, benar, Tuan. Tapi tidak hanya itu. Pertama-tama kita harus menggemburkan tanah, kemudian di taburi pupuk. Kedua, tanah dan pupuk dicangkul agar saling tercampur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN