Dua Puluh Lima

1285 Kata

Darah Asha rasanya mendidih sampai ke kepala. Ia jengkel sekali pada suaminya. Kode yang ia berikan tadi, tidak ada pembahasan lanjut. Pria itu malah mengurung diri di ruang kerja. Beruntung Asha sabar sehingga mau memanggil suaminya untuk makan siang dan makan malam walaupun ia tetap ditinggalkan sendiri setelahnya. Asha tidak mengerti, apa bagusnya ruang kerja coba? betah sekali di dalam sana. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan sampai sekarang suaminya belum masuk ke kamar. Rasanya hampir gila ia menunggu berjam-jam yang ditunggu tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Asha mulai lelah, ia membaringkan diri sembari memeluk guling memunggungi pintu kamar. Perasaannya campur aduk, dari siang tadi hingga sekarang tak kunjung membaik. Satu-satunya orang yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN