Asha tidak bergerak sedikit pun ketika suaminya menelusuri garis wajahnya. Ia bahkan menutup mata saat telunjuk suaminya menyentuh kedua matanya. Kemudian kembali ia buka saat telah terlewati. Ia bahkan tak putus menatap mata suaminya. Dengan gerakan halus, Yuuji telusuri wajah sang istri. Gerakan telunjuk Yuuji berhenti tepat di atas bibir ranum istrinya. Ia menginginkannya lagi, terakhir kali rasa itu tidak pernah hilang. Ia selalu menahan saat di dekat sang istri. Di pernikahan pun ia tidak melakukannya, ia hanya mencium kening istrinya saja. Ia tidak mau melakukan kala itu, karena takut istrinya memiliki trauma akibat kejadian waktu itu. "Izinkan saya, Asha." Yuuji memiringkan sedikit wajahnya, kemudian menawan bibir milik Asha. Diawali dengan ritme pelan lalu berubah cepat dan terk

