Asha bangun dari tidurnya akibat suara berisik yang entah dari mana. Ia merasa tubuhnya remuk semua. Jadi malas bangkit dari tempat tidur. Asha mengambil bantalnya, ia letakkan di atas kepala, melipatnya sehingga mampu menutupi kedua telinganya. Lebih baik tidur tanpa bantal daripada terganggu disaat sedang mengantuk berat. Baru saja Asha akan terlelap, suara pintu terbuka menghalanginya tidur, ia pun terjaga kembali. Dari sela bantal, Asha melihat suaminya berdiri menjulang di samping tempat tidurnya. Posisi Asha saat ini, tidur hampir tengkurap sambil memeluk guling. Bantal yang tadi ia gunakan menutup telinga, terletak di belakang kepala sementara wajahnya setia menempel pada guling yang ia peluk erat dari semalam. "Asha," panggil Yuuji. "Tuan, saya boleh tidur lagi. Saya mengantuk

