"Tuan," panggil Asha pada Yuuji suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi satpam kamar mandi. Melihat suaminya berbalik menatap ke arahnya, Asha melempar senyum seraya berkata, "lihat, saya sudah baik-baik saja, bukan? Saya bisa berjalan sendiri." Suaminya terlalu khawatir berlebihan, Asha hanya mencari cara saja agar kekhawatiran di diri suaminya hilang. Meski sedikit perih, ia bisa mengatasinya sendiri. Bathrobe kamar mandi melekat di tubuh Asha. Ia tidak dibawakan baju ganti. Jadinya memakai yang ada di kamar mandi. "Saya mau ganti baju dulu, Tuan. Jika Tuan mau bekerja di ruang kerja, silahkan." Asha menyentuh pipi kanan Yuuji. Ia elus sebentar sebelum berlalu pergi. Asha berjalan melewati ranjang, wajahnya kian merah sempurna saat matanya tanpa sengaja menangkap bercak darah di sepr

