Pane menatap Wendy yang masih tidur, bergelung di balik selimut. Wendy baru bisa tidur saat setelah mereka sholat subuh. Pane sendiri terbangun setengah jam setelah sang kekasih benar-benar sudah terlelap. Sejujurnya Pane sangat kasihan pada Wendy. Ia bisa rasakan betapa tertekannya Wendy saat ini. Pane sendiri juga tengah memutar otak mencari jalan keluar. Jam di meja nakas menunjuk di angka 7. Pane mengambil ponselnya menghubungi Askala. Sejauh ini Athalia belum membuat gerakan yang mencurigakan. Ia masih di tempat pertama setelah ia kabur dari apartemen Pane. Ponsel Pane berdering menampilkan panggilan dari sang Papi. Pria paruh baya itu mengusulkan untuk membuat perjanjian damai saja dengan Athalia. Tapi Pane tak yakin sebab yang Athalia inginkan jelas bukan uang. “Apa kita ancam

