CHAPTER 60

1999 Kata

“Kamu beneran mau pindah ke sini?” tanya Pane pada sang kekasih. Wendy menghela napas dan menggeleng. Wendy sudah ingin menangis sebenarnya. Dia stres dan tertekan. “Nggak.” Pane membuang napas pelan. Ia mengerti kondisi kekasihnya itu saat ini. Pane kembali menarik Wendy dan memeluk Wendy erat. “Kamu mau makan apa? Gimana kalau kita keluar cari makan?” Wendy menggeleng. Pane masih sabar. Ia hanya tersenyum, mengusap rambut Wendy kemudian menyanyikan kekasihnya itu sebuah lagu. “Ngapain kamu nyanyi?” tanya Wendy kesal. Pane langsung diam. “Ngapain berhenti?” Pane kembali bernyanyi. “Diam.” Pane menghentikan nyanyiannya. Wendy menghembuskan napas kasar. “Marah aja nggak apa-apa. Kalau mau mukul atau gigit aku juga boleh,” ujar Pane. Wendy menengadah melihat wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN