Pane menciumi aroma bajunya. "Ya Allah bau banget.." Wendy mendekat untuk mencium bau badan kekasihnya itu. "Nggak bau kok." "Masa sih?" Wendy mengangguk. Mereka kemudian turun dari mobil karena sudah sampai di rumah Papi Pane. Pintu dibuka dan Leta menyambut kedatangan keduanya. "Ini kenapa keringetan gini?" ia tunjuk Pane. "Habis main basket Bun.." "Mau mandi dulu?" "Sera mana?" "Tidur dia. Baru banget dia tidurnya.." Pane menghembuskan napas lega. "Ntar aja deh mandinya di apartemen. Nanggung." "Yaudah. Ini dibawa ya. Buat Wendy aja." "Aku?" "Udah Bunda kirim ke apartemen tadi." "Terus ngapain nyuruh kami jemput ke sini?" tanya Pane bingung. "Bunda kan nggak tau alamat kos Wendy. Masa Wendy ke apartemen kamu dulu.." Pane dan Wendy saling pandang. "Makasih

