Athalia adalah teman baiknya. Pane mengenal gadis malang itu. Banyak hal yang membuat Pane tak bisa mengabaikan Athalia begitu saja. Athalia membutuhkan orang yang peduli padanya. Hanya itu saja. Meski cara yang Athalia gunakan salah. “Tha..” Athalia yang sedang menuang air ke dalam gelas menghela napasnya. Ia seolah sudah tahu apa yang akan Pane katakan. “Kalau kamu cuma mau ngomong sesuatu yang mengusik aku, mending nggak usah. Aku nggak mau dengar apa-apa.” Pane menatap gadis cantik itu. Athalia banyak berubah sejak terakhir Pane bertemu Athalia dua tahun lalu. Pane tak tahu ke mana Athalia pergi. Perempuan ini tiba-tiba saja menghilang. Mungkin banyak orang tak menyukai Athalia karena sifat dan sikapnya yang terlihat jutek dan dingin. Tapi sebenarnya dibandingkan pertama kali

