Part 49 - Mengejar Kematian

1059 Kata

Di hari bahagia itu, Dimas yang awalnya tersenyum penuh dengan kebahagiaan. Kini senyum bahagianya berubah cepat menjadi sebuah tangis kehilangan. Ibunya tela tutup usia dan mengembuskan napas terakhirnya. Perjalanan ke rumah sakit itu hanya menyisakan sebuah kesia-siaan belaka. Tuhan telah menentukan sebuah takdir atas kehidupannya. Dimas sama sekali tak menyangka jika ibunya akan meninggal di saat hari bahagiaya datang. Dimas dalam kondisi bahagia namun kini berubah menjadi bela sungkawa. Tak mau menunda untuk memakamkan sang ibu. Dimas tampak menggandeng erat tangan istrinya. Dimas yang merasa riuh hati dan tak mudah untuk meneteskan air matanya. Hanya saja, batin Dimas nampak tersisa dengan apa yang kini merenggut nyawa ibunya. Hanum nampak terpukul juga dengan kondisi ibu mertua ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN