BAB 24: BUAYA

1506 Kata

“Papa, kak Rose bilang di situ ada hutan buatan. Belum dibuka untuk umum, tapi kita bisa masuk kesana. Habis ini kita kesana ya..” pinta Morin sambil menunjuk keluar kaca tempat mereka duduk. Dari tempat mereka duduk, terlihat pemandangan hutan yang teduh, terdapat jalan setapak yang memang disediakan untuk orang yang mau menjelajah hutan buatan itu. Restoran di resort ini memiliki dua view. Satu menghadap ke hutan buatan dan satu sisi lagi menghadap ke birunya langit yang menyatu dengan laut. “Bukankah katamu belum dibuka? Lebih baik jangan Morin. Mungkin masih ada yang belum selesai dikerjakan di dalam sana.” “Sudah selesai semua koq om, hanya saja belum banyak binatang yang dilepas di sana, sebagian masih dijinakan.” sahut Rose menjelaskan. Dia sebenarnya juga belum pernah masuk kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN