Pov Rara Waktu sore menjelang malam, adalah waktu yang paling tenang di rumah. keluargaku yang hanya tiga orang berkumpul di ruang tamu yang diterangi oleh lampu gantung yang sangat cerah, memamerkan kursi sofa yang tersusun rapi diduduki oleh kedua orang tuaku yang menghadapi secangkir kopi yang terlihat masih mengepul, membuat orang-orang akan merasa iri dengan kehidupan yang begitu sempurna. memiliki Harta berlimpah dan anak yang begitu dikagumi oleh Kebanyakan warga kampung cisuren. Ayahku yang bernama Badru Tamam, terlihat menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang sangat empuk, menikmati hisapan demi hisapan rokok putih yang berada di tangannya. rokok yang jarang dihisab oleh warga kampung karena kebiasaannya mereka lebih memilih merokok daun Aren. sedangkan ibuku tidak jauh

