Pov Dudung Aku yang berniat bertamu ke rumah Rara sudah sampai ke depan pintu gerbang yang selamanya tertutup. aku dan teman-temanku berhenti mata kami menatap ke arah ruang tamu yang terlihat terang, sehingga Walaupun jauh ruang tamu bisa terlihat dengan jelas. "Alhamdulillah mereka sedang ada di rumah." gumamku setelah melihat Rara berada di ruang tamu yang hanya ditutup oleh jendela besar, sehingga memamerkan keindahan dalam ruangan. "Tapi kayaknya dia sedang sama orang tuanya Dung?" jawab Amin yang terlihat khawatir. "Biarkan sajalah. Aku juga ingin bertemu dan mengobrol biar bisa lebih akrab dengan calon mertua." jawabku tanpa sedikit keraguan, tanganku mulai memegang kunci slot untuk membuka pintu gerbang namun Amin menghalangi. "Tunggu dulu Dung! sebenarnya ini bagaimana,

