Angin malam yang dingin menyelinap lewat celah kecil bingkai jendela, membuat suhu ruangan sedikit turun, namun hawa panas yang tercipta di antara dua orang yang berdiam diri di sana membuat rasa dingin itu tidak terasa sama sekali. Di kamar tidur utama yang luas dan mewah itu, keheningan terasa begitu berat, seolah ada ribuan pertanyaan yang menggantung di udara namun tidak ada yang berani mengucapkannya. Kalila duduk di tepi ranjang beralaskan seprai sutra berwarna krem, jemarinya meremas pelan ujung gaun tidur yang ia kenakan, sementara matanya tidak lepas menatap punggung tegap pria yang berdiri membelakanginya di dekat perapian. Arga menatap api yang menyala di dalam batu bara, kedua tangannya tersembunyi rapat di dalam saku celana panjangnya, seolah sedang menahan sesuatu yang ber

