"Gak usah salah paham." "Tadinya gue cuma mau balikin buku biologi Alea doang." "Tau-taunya pas gue ke rumahnya, pintunya ke buka. Kayak gak ada orang." "Pas gue masuk, Aleanya lagi ngiris tangannya sendiri pake pecahan kaca. Ya gue langsung hentiin lah." "Habis itu dia pingsan. Makanya gue bawa dia ke rs." "Jadi lo jangan nuduh Alea macem-macem, gara-gara ada gue." Sekiranya begitulah penjelasan Gavin pada Saga sebelum pamit pergi. Saat ini Saga sedang menemani Alea yang masih belum sadar. Sesekali menggenggam lembut cewek itu yang tidak di pasang infus. "Kenapa lo b**o, Al? Ngapain bunuh diri sih?" gumam Saga seorang diri. Tak berapa lama, kedua kelopak mata cewek itu terbuka. Saga langsung tersigap dari posisi duduknya. Sontak tersenyum lega. "Syukurlah lo udah sadar." Cewek i

