bc

SAGALEA (Bahasa Indonesia)

book_age12+
1.5K
IKUTI
19.2K
BACA
family
badgirl
student
drama
comedy
sweet
bxg
like
intro-logo
Uraian

Sagara Xaviero, cowok cuek berwajah pucat yang trauma api dan sentuhan. Prioritasnya cuma buku pelajaran. Sampai akhirnya dia bertemu seorang Quenella Aleanora. Queen of devilnya Satya Bangsa yang bar-barnya kebangetan, namun diam-diam menyimpan banyak luka dibalik semua tingkah konyolnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
1-Menyerang Balik
Siapa sih yang gak sakit hati pas tau mantan yang baru aja mutusin kita kemarin tiba-tiba udah jalan sama cewek lain aja? Begitulah yang dirasakan Quenella Aleanora saat ini. Dengan persiapan sebotol cimori diikuti dayang-dayangnya di belakang, Alea berjalan cepat ke arah tangga. Hatinya langsung saja gerah ketika melihat Gavin-mantannya-sedang berduaan di bawah tangga dengan Ayana-yang kalau tidak salah adalah juniornya, anak kelas bawah. Rahang Alea bergesekan. Lalu tangannya dengan sengaja menumpahkan minuman yang ia bawa tadi. Membasahi dua sejoli di bawah sana sambil menyeringai puas. "Woi!" Gavin berteriak. Mendongak dan mendapati Alea yang kemudian turun menghampiri mereka. "Gak punya otak lo ya?" Alea berdengus tidak memperdulikan makian Gavin untuknya. Matanya malah mendelik sinis ke arah Ayana. "Jadi elo ya pelakornya?" ketus Alea remeh. Gadis cantik yang masih keliatan polos itu melirik Gavin sekilas. Sesekali mengibas bajunya yang basah. "Aku gak ngerti maksud kakak apa." "Udah deh Al, kita udah putus ya." "Diem lo! Gue udah curiga ya kenapa sikap lo berubah. Pasti karena p***n murahan ini kan?" Gavin melotot. "Watch your mouth Alea!" Area dekat tangga mulai banyak di kerumuni manusia. Beberapa siswi saling berbisik, Memandang tidak suka diantara kedua cewek cantik itu, bahkan ada juga yang berniat mengabadikan momen mereka. Tapi Alea acuh. Justru mendorong bahu Ayana melampiaskan semua emosinya. "Gak perlu jadi cewek sok polos deh lo! Yang namanya perebut tetep perebut! You just such a b***h who looking an attention," Gavin sudah mulai muak dengan drama ini. Jadi dia menarik Ayana menjauh dari Alea. Bukannya berhenti Alea malah semakin memperdrama keadaan. Cewek cantik yang dua kancing atas seragamnya tidak dikancing itu menarik rambut Ayana kesal. Tentu saja Ayana yang diperlakukan seperti itu tidak terima! Ayana balas menarik rambut Alea. Alea yang naik darah spontan mencakar tanpa ragu wajah Ayana. Jadilah aksi perkelahian drama ala cewek-cewek itu bermula. "Dasar tukang tikung!" Tak samar terdengar siswa-siswa yang menonton berteriak riuh. Ada yang mendukung Alea. Dan ada juga yang membela Ayana. "Aku gak nikung pacar kakak!" Begitulah kehidupan. Jarang sekali ada orang yang berniat menengahi. Terkadang mereka lebih sering menjadikan perkelahian menjadi tontonan yang menarik. "Stop!" "Dasar p***k!" "Gue bilang berhenti!" Gavin mulai geram. Akhirnya ia memisahkan kedua cewek cantik itu dengan paksa. Tidak sengaja menyikut Alea terlalu keras. Sampai cewek itu berakhir jatuh terjerembab ke lantai. "Lo kelewatan Al!" Alea meringis. Menatap miris Gavin yang langsung mengecek keadaan Ayana. Tanpa peduli dengan dirinya yang jelas terluka disini. "Kamu gak papa?" Gavin memeriksa luka di wajah Ayana. "Aku gak papa kak." yakin Ayana seraya menjauhkan tangan Gavin, seolah merasa segan dengan Alea. Namun tangan Alea tetap mengepal keras. Matanya memanas. Bukan rasa malu karena jatuh di depan orang banyak yang membuat perasaan Alea membuncah. Tapi melihat Gavin yang ternyata jauh lebih peduli dengan Ayana lah yang membuat perasaan Alea terluka. Sejatinya, Gavin memang sudah tidak mencintainya lagi. "Woi Ga, lo udah tau yang lagi hot gak nih?" Celetuk Zian, cowok berambut ikal kecoklatan sambil bermain Free Fire. Sagara yang duduk di sebelahnya menggeleng jujur. "Enggak. Nggak penting juga." "Aelah. Selalu gitu lu mah. Mati lo mati lo!" umpat Zian pada game yang ia mainkan sendiri. "Queen kita habis berantem noh sama gebetan mantannya! Gilak, s***s njir." sambung Zian kembali yang hanya mendapat respon oh panjang dari mulut Saga. "Selagi dia gak tubir sama gue ya gak masalah." respon Saga acuh seraya menutup buku. Lagipula, ia sendiri juga tidak tau menahu siapa Queen yang Zian sebut-sebut barusan. Jadi ia memilih untuk tidak peduli. "Toilet dulu." Selama menuju toilet, tak jarang beberapa siswi yang sedang ada di luar kelas diam-diam memperhatikannya. Bahkan ada juga yang mencoba menyapa. Meskipun Saga tidak mengenal mereka, Saga tetap tersenyum membalas sapaan mereka. Tidak kenal bukan berarti tak boleh memberi senyum bukan? Langkahnya sempat terhenti tatkala hampir menabrak seorang siswi yang baru saja keluar dari toilet cewek yang letaknya bersebelahan dengan toilet cowok. Dengan wajah yang memerah, cewek itu menggerling malas. "Apa lo liat-liat?!" hardik cewek yang bername tag Quenella Aleanora itu ngegas seraya mengangkat dagu angkuh. Saga mengerjap polos. Aneh saja, ia hanya tidak sengaja menatap Alea yang ada dihadapannya. Lalu kenapa cewek itu malah marah? "Gak usah nambah emosi orang deh! Gue minta lo buat minggir sekarang!" Alea mendorong Saga agar memberinya jalan. Cewek itu menghentakkan kakinya kesal sebelum kemudian melangkah pergi. "Udah kesel, makin nambah kesel jadinya kan!" Alea tidak pernah dicampakkan sebelum ini. Biasanya dia yang selalu bertindak kurang ajar dengan mantan-mantannya sebelumnya. Tapi dengan Gavin, keadaannya berbeda. "Alea," Alea menghentikan langkah. Ia tau benar itu suara Gavin. "Gue mau bicara sama lo." Alea mendengus malas dan berbalik badan. Menghampiri Gavin di pinggir koridor dengan tangan yang dilipat diatas perut. "Gak ada yang perlu dibicarain sama cowok kayak lo." Gavin menghela nafas sabar. "Gue mau lo berhenti, Al. Jangan usik Ayana. Dia gak salah apa-apa." Alea hanya melirik ke arah lain, tidak peduli. "Dan gue minta lo buat jangan caper lagi ke gue. Gue tau lo masih sayang sama gue. Tapi lo harus inget, kalo kita udah berakhir." Alea langsung menoleh secepat kilat. Tertawa sinis. Cowok itu terlalu percaya diri. "Gausah geer deh! Ngapain juga gue caper sama lo!" "Gue tau lo, Al. Lo gak bisa move on dari gue. Iya kan?" Entah kenapa, Alea merasa Gavin seperti tengah berusaha menginjak-injak dirinya. Ditambah lagi orang-orang yang entah sejak kapan memperhatikan intens ke arah mereka. Alea semakin mengepal tangannya kesal. Tepat kemudian matanya menangkap sosok cowok yang ia temui di depan toilet tadi. Dengan gerakan tiba-tiba, Alea segera menarik Saga mendekat. Menggandeng lengan cowok itu erat. Saga yang tersentak lantas memandang Alea bingung.  "Nggak. Justru gue udah punya yang baru kok." elak Alea, membela diri. Gavin justru tertawa tidak percaya. Sementara Saga yang digandengnya justru merasa risih. Sesekali mencoba melepaskan diri dari Alea namun cewek itu tarik kembali. "Lo gak perlu bohong, Al. Trik klise lo itu udah basi. Gue tau lo masih ngarep sama gue." Alea mengeraskan rahang geram. Orang di sekeliling koridor terus menatapnya dengan tatapan menyudutkan. Alea benci keadaan ini. Tidak di rumah, di sekolah, sama saja. Saga mulai mengerti sikon yang tengah terjadi. Ia lantas menatap Gavin lurus. "Dia gak bohong. Berhenti nyudutin dia." Saga diam sejenak. "Dia emang cewek gue." Alea segera memandang ke arah Saga yang berkata demikian. Tentu cewek itu tidak menyangka orang yang tidak ia kenal itu berkata begitu. Apa cowok itu bermaksud membantunya? Sayangnya Gavin masih tidak percaya. Ia tertawa sinis. "Alea mungkin udah bayar lo buat ngomong kayak gitu." Gavin menggeleng, tidak mengerti lagi. "Basi sumpah." Alea membulatkan mata menebar aura penuh amarah. Cewek itu harus melakukan cara agar mampu membungkam mulut s****n Gavin. Ia lantas memandang Saga sejenak. Sebel kemudian menangkup wajah cowok itu untuk balik menatapnya. Dan dengan keyakinan diri yang cukup memadai, Alea langsung menyambar bibir Saga dengan bibir peachnya lembut. Sukses membuat semua orang di koridor membelalakkan mata kaget. Tidak menyangka. Termasuk Saga. Oke, mungkin ini memang sedikit gila. Tapi ia tidak peduli. Karena yang ia inginkan hanyah melawan balik Gavin. Dan ia sudah merasa puas sekarang. Karena Gavin, mantannya itu, sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

FINDING THE ONE

read
35.7K
bc

You'll Be Mine (Indonesia)

read
223.7K
bc

Kujaga Takdirku (Bahasa Indonesia)

read
78.1K
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Undesirable Baby (Tamat)

read
1.1M
bc

HYPER!

read
634.6K
bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
81.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook