Ketika aku mencuci muka, dari arah ruang tamu kudengar suara pintu dibuka dan suara perempuan yang kunanti telah tiba! "Ibu pulang!" Teriaknya dari arah pintu, suara pintu ditutup dan dikunci double terdengar beberapa detik kemudian. Hatiku sungguh lega! Rasanya bagaikan sekujur tubuhku terkena gelombang panas yang tak terlihat! Hangat dan menenangkan! Buru-buru kubilas sabun dari mukaku dan berteriak dengan begitu bersemangat. "Ibu pulangnya telat banget, sih! Aku hampir ketiduran lagi, loh!" Kutarik handuk dari gantungan dan menyeka mukaku dengan kasar. Berjalan terburu-buru menuju ruang tamu. Handuk kulempar begitu saja ke arah sofa. "Ibu tadi kejebak macet! Biasa, sayang, malam Minggu!" Beliau tertawa kecil. "Kirain kenapa!" Aku tergelak. "Bikin cemas aja! Eh, itu apa, bu? Dagi

