Agra hanya ternganga seraya mengangkat sebelah alisnya seakan menandakan bahwa dirinya lah yang memenangkan debat ini. "Benarkah?" tanya Wuri yang awalnya sempat terdiam sejenak. "Yaa! Itu benar!" jawab Agra. Wuri kini mulai memasang wajah sedih seakan begitu menyesali semua perbuatannya yang telah ia lakukan. Agra yang sekarang melihat wanita itu termenung seperti ingin menangis kini merasa bingung sendiri. "Berarti selama ini pikiranku membawa ke tempat yang salah," lirih Wuri dengan nada sedih. "Huhh, itu mungkin karena benda yang ada di bumi ini sangat mirip dengannya," isaknya begitu lemah sehingga semakin membuat Agra kebingungan, khawatir padanya. Memang benar, wanita ini pun mulai terlihat menangis menitikkan air matanya sangat lemah lalu menutup mulut juga wajahnya sungguh m

