Wajah Wuri yang cantik itu terlihat semakin marah saja mendekati Agra hingga Agra ketakutan sendiri terus menggerak-gerakkan kakinya mundur sampai debu beterbangan karena kakinya. Melihatnya seperti itu membuat Wuri semakin jengkel saja dan ia sudah melayangkan tangannya yang penuh kekuatan biru siap menyerang Agra... "JANGAN! JANGAN! AMPUN!! HAAA!!! PLIS SAYA MOHON JANGAN BUNUH SAYA HUUU!" teriak Agra menutupi kepala berbalik ketakutan seraya memejamkan matanya sudah gemetar hebat ingin menangis saja. Melihat dirinya yang sudah benar-benar pasrah juga ketakutan seperti itu akhirnya perasaan Wuri menjadi mulai kasihan padanya. Bola angin bercahaya biru indah itu pun juga mulai meredup dari tangannya yang sudah berada di atas kepala Agra. Wuri mematung dengan posisi sudah ingin menyerang

