Episode 8

2035 Kata
Zanna merasa sangat bahagia sekarang dalam hidupnya. Ia merasa sekarang kalau dirinya benar-benar jatuh cinta pada seorang manusia yang berhati tulus juga baik itu. Kini cintanya tumbuh karena Agra meski Agra masih tak mempunyai rasa padanya karena Agra hanya menganggapnya sebagai sahabat yang berbeda alam darinya. Agra merasa jika dia juga jatuh cinta pada Zanna itu adalah hal yang mustahil. Maka dari itu dia selalu meyakinkan dirinya Zanna hanya sahabat baiknya yang berasal dari alam lain. **** Tanpa Zanna tahu. Sutty ternyata sudah berhari-hari mencarinya dan berhasil juga sampai di dunia manusia. Ia juga menyamar sebagai wanita berpenampilan manusia di sana. Sutty masih berusaha mencari keberadaan Zanna tanpa lelah hingga akhirnya ia juga tak sengaja masuk ke perusahaan Agra yang memang terkenal di kota itu. Ia mencoba masuk secara diam-diam menghindari satpam yang menjaga. Ia masuk berubah menjadi ular yang kecil hingga para satpam tak bisa melihatnya. Saat sudah berhasil masuk. Ia lalu mengubah wujudnya menyamar menjadi karyawan di sana. Sutty juga terlihat anggun dan cantik meski berwajah judes. Saat di tengah jalan, ia terhenti seakan merasakan aura Zanna memang ada di sana. Ia terus memejamkan matanya berkonsentrasi untuk benar-benar merasakan hawa itu. Ia lalu langsung membelalakkan matanya. "Ya! Ini benar-benar aura Zanna! Zanna memang berada di sini!" serunya sangat bahagia tersenyum lebar. Ia lalu mencoba terus berkeliling mencari keberadaan Zanna. * Zanna sekarang terlihat sedang bersama Agra di dalam ruangan karena Agra memang menugaskannya untuk membantunya menyelesaikan berkas perjanjian kontrak. Agra terlihat begitu pusing sekarang. Zanna begitu kasihan melihatnya. "Ya udah Gra biar aku aja..." "Gak papa Zan aku bisa kok..." "Bruk!" Karena mereka berebut berkas itu akhirnya berkas-berkas itu terjatuh dan berhamburan di lantai. Zanna kaget dan merasa bersalah karena itu. Ia langsung berjongkok untuk mengambil berkas itu. Seakan sehati Agra juga langsung berjongkok juga agar Zanna tak sendiri mengambilnya. Kini tangan mereka terlihat saling tergenggam tak sengaja satu sama lain karena sama-sama mengambil kertas yang sama. Zanna hanya termenung memandangi jemarinya yang tergenggam erat oleh Agra. Zanna lalu menengok ke wajah tampan Agra itu. Ia seakan langsung terhipnotis terdiam seribu bahasa terpana. Agra juga sedikit kaget mengerutkan alisnya lalu membalas tatapan Zanna yang terlihat dalam memandanginya. Zanna semakin jatuh cinta karenanya. Agra juga terdiam sekarang seakan juga terhipnotis dengan kecantikan Zanna. Kini mereka saling terdiam memandang satu sama lain. Sutty ternyata berhasil menemukan ruangan Agra. Ia terlihat tersenyum sangat bahagia berlari kecil ingin masuk ke sana. Namun, langkahnya seketika langsung terhenti saat melihat Zanna yang tersenyum tipis bahagia berpandangan dengan seorang laki-laki manusia di hadapannya. Senyuman Sutty juga langsung hilang dan sekarang ia hanya bengong melongo melihat itu. Ia terdiam dan membelalakkan matanya tersadar bahwa merasa Zanna seakan jatuh cinta pada laki-laki itu. Ia lalu melangkah mundur tak jadi menghampiri Zanna lalu bersembunyi terus memantau Zanna. Ia bersembunyi di balik tiang ruangan itu. Zanna lalu membuyarkan salah tingkahnya agar tak malu pada Agra lalu berdiri secepatnya memegangi kertas-kertas itu. Agra juga ikut berdiri seraya mengambil sisa kertas yang tak bisa di ambil Zanna. "Em makasih ya," ucap Agra terlihat kikuk. Zanna juga sekarang seakan malu-malu tak bisa menatap mata coklat tua laki-laki itu. Zanna lalu tersenyum padanya seraya mengangguk. Agra tersenyum padanya lalu kembali duduk. "Ayo duduk," ajak Agra. Mereka lalu kembali bekerja. Sutty mengerutkan alisnya sungguh tak percaya dengan semua itu. "Kenapa Zanna bisa dekat dengan seorang manusia itu?" tanya Sutty cemas. "Apa jangan-jangan... Dia sudah jatuh hati pada laki-laki manusia itu?!" cemas Sutty khawatir sendiri. Ia lalu kembali melihat ke arah Zanna dan Agra mengerutkan alisnya. Zanna terlihat curi-curi pandang sekarang pada Agra. Agra yang sedang sibuk menulis sesuatu di kertas perjanjian itu tak sadar jika Zanna terus memandanginya dalam sambil tersenyum tipis. Sutty tersadar akan hal itu. Zanna lalu tersenyum lebar lalu menundukkan pandangannya menatapi kertas itu bahagia seraya ikut menulis juga. Sungguh tak percaya Sutty melihat itu. Sutty langsung menggeleng seakan yang di lihatnya bukanlah hal nyata. "Tidak bisa... Mengapa.. mengapa semua ini bisa terjadi?!" teriak Sutty dalam hatinya panik. "Apakah Zanna benar-benar jatuh cinta pada manusia?" tanyanya sangat gelisah sendiri. Ia lalu berpaling gelisah sendiri. "Tidak! Tidak mungkin! Kenapa... Kenapa Zanna bisa bertemu dan jatuh cinta pada makhluk jauh berbeda dengannya!" ucap Sutty sangat tidak percaya. Ia akhirnya menunggu Zanna terpisah dari Agra. Ia lalu pergi meninggalkan tempat itu menunggu Zanna. * Sutty masih gelisah karena hal yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri tadi. Ia terlihat bolak-balik tak karuan di gudang usang perusahaan itu. "Kenapa... Kenapa Zanna sangat mudah terpengaruh dengan manusia huh!!!" teriaknya seakan tak terima. "Apa dia tidak tau manusia itu licik dan pernah membantai bangsanya sendiri!" geram Sutty. Sutty memang siluman yang begitu mencintai keluarganya dan lebih taat di banding Zanna. Maka dari itu ia sangat membenci para manusia yang pernah membantai mereka dulu. Ia benar-benar tak rela jikalau Zanna jatuh cinta pada manusia. "Aku harus menunggunya di sini!" ucap Sutty. * Zanna akhirnya keluar untuk beristirahat. Namun, saat ia santai berjalan tiba-tiba ada yang menariknya. Zanna langsung kaget dan ia hampir tersungkur karenanya. "Aw! Siapa sih!" teriaknya kesal. Betapa tak menyangkanya Zanna saat melihat wajah orang itu. "K-k-k-k-kamu?!" tanya gagap saking kagetnya. Sutty hanya menatapnya tajam sekarang seraya terus menggenggam lengannya kuat agar Zanna tak kabur darinya. Sutty menyeringai. "Ternyata di sini rupanya kamu," ucap Sutty. Zanna langsung menghempaskan tangannya agar terlepas dari genggaman Sutty yang kuat. "Sutty sejak kapan kamu juga ke sini?!" tanya Zanna berbisik. "Aku harus bicara sama kamu," ucap Sutty langsung menariknya pergi dari tempat itu. "Hey! Woy! Lepasin! Ih!" celetuk Zanna seakan tak mau terus berusaha melepaskan genggaman Sutty tapi Sutty terus menariknya dan membawanya ke tempat yang lebih aman tidak ada manusia. Sutty lalu melepaskan genggamannya dan menghempas tangan Zanna yang memang dari tadi memberontak padanya. Sutty membawanya ke tempat yang absurd jauh dari keramaian agar lebih aman. "Sut! Kenapa kamu bisa tau keberadaanku di sini?!" tanya Zanna yang masih kaget tak percaya Sutty berhasil menemukannya. "Harusnya aku yang bertanya sama kamu. Kenapa kamu nekat tinggal dan meninggalkan alammu sendiri dan lebih memilih untuk tinggal di alam manusia yang penuh bahaya seperti ini!" jawab Sutty geram padanya karena begitu khawatir. "Huhhh Suttyy relax okey. Sut, kamu tau. Gak semua manusia itu jahat Sut, mereka baik, mereka selalu menolong kok bahkan selalu rela menghabiskan waktu mereka hanya untuk menemani," jawab Zanna. Sekarang Zanna benar-benar sudah bertingkah dan berperilaku layaknya manusia wanita pada umumnya. Sutty benar-benar ternganga mengerutkan alisnya melihat perbedaan jauh dari sepupunya itu. "Kenapa kamu bertingkah aneh seperti ini sekarang?!" tanya Sutty merasa sangat bingung. "Karena aku sekarang sudah mengikuti semua yang di lakukan manusia. Mereka memiliki kebiasaan yang mengasikkan Sut. Gak kayak kita begitu membosankan. Merayap berjalan dan hanya bertapa serta menari di dalam kuil, aku sudah bosan dengan semua itu," jawab Zanna. Sutty sungguh tak menyangka Zanna seperti ini sekarang. Ia hanya melotot lalu menyipitkan matanya mengerutkan kedua alis menggeleng sangat tidak percaya. "Kamu benar-benar sudah di kelabui manusia sekarang!" ucap Sutty. "Sut, aku benar-benar bilang hal yang sebenarnya. Mereka juga takut kok sama kita karena mereka itu gak punya kekuatan sama sekali," jawab Zanna mengindikkan bahunya. Sutty melangkah mendekatinya. Zanna hanya diam mengerutkan alisnya heran. "Kamu, kenapa kamu begitu dekat dengan salah seorang laki-laki manusia itu?! Jawab Zanna!" tanya Sutty marah. Ia masih ragu pada manusia meski Zanna tadi memberitahu semuanya padanya. Sutty sepertinya tidak mudah percaya karena ia memang benar-benar membenci dan menakuti manusia. "Oke, kamu mau tau kenapa?" tanya Zanna membalas menatapnya. Zanna lalu membuang pandangannya dan melangkah ke depan menjauhinya seraya mengingat saat pertama kali Agra menyelamatkan dan menemukannya. Sutty menoleh ke belakang ke arahnya terheran. "Dia udah nyelamatin aku Sut, saat aku gak sengaja di tekam Elang dan di jatuhkannya tepat di tempat pertengahan batas alam kita dengan alam manusia," kata Zanna menceritakan itu pada Sutty. "Menolongmu?" tanya Sutty mengerutkan alisnya seakan tak percaya. "Iya, dia menolongku begitu tulus sampai lukaku sembuh dan aku kembali pulih seperti ini. Dia memang manusia yang berhati tulus dan baik," ucap Zanna terlihat tersenyum berbunga-bunga membayangkan Agra. Sutty yang mendengar itu langsung melangkah mendekatinya. "Zanna, kamu jangan tertipu dengan perlakuan yang mereka berikan sama kamu! Mereka mungkin cuman ingin menyelamatkanmu dan memanfaatkan kamu! Kamu jangan sampai terjebak dalam permainannya Zanna ingat jati dirimu itu adalah siluman! Sekali siluman tetap siluman! Dan siluma tidak akan pernah bersanding dengan manusia," gertak Sutty terus mencoba menyadarkannya. Perkataan Sutty yang selalu bertolak belakang pada dirinya itu semakin membuat kesabaran Zanna memudar. Kini ia terlihat kesal dengan sepupunya itu. "Sutty, laki-laki manusia yang dekat denganku dan menolong aku waktu itu bernama Agra. Dia memang benar-benar manusia yang baik. Sutty aku mohon jangan tetapkan itu di pikiran kamu?!" pinta Zanna mencoba membuatnya percaya memegangi bahunya sebelah lembut. Sutty langsung menghempas tangannya dari bahunya. Ia terlihat marah pada Zanna sekarang. "Zanna! Kamu sekarang benar-benar berubah! Jangan sampai kamu benar-benar jatuh cinta pada manusia Zanna!" tegur Sutty mengerutkan alisnya sangat kesal. "Memangnya kenapa, kalau aku memang jatuh cinta dengan manusia? Apakah salah?" tanya Zanna menantangnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sepertinya ia juga merasa sedih pada Sutty. "Kamu benar-benar naif Zanna!" geram Sutty seraya menggeleng. Kini Sutty telah mengubah kakinya menjadi ekornya. Zanna terlihat membelalakkan matanya. "Sutty apa-apaan kamu!" teriak Zanna heran. "Kamu sudah terjebak oleh manusia Zanna dan sekarang kamu lebih memilih mereka dari pada bangsa mu sendiri bahkan keluargamu sendiri! Aku benar-benar kecewa denganmu Zanna!" teriak Sutty yang begitu marah sekarang pada Zanna. Kini Sutty semakin memperbesar wujudnya. Zanna terlihat kecil sekarang. Ia benar-benar marah dan terlihat ingin membawa Zanna untuk bertarung dengannya. "Kamu yang naif Sutty, mengira semua manusia itu jahat dan tidak tau yang sebenarnya!" jawab Zanna sekarang ikut marah karena pendirian sepupunya yang terlalu taat itu. "Zanna kau benar-benar!..." "Kamu ingin mengajakku bertarung?" tantang Zanna. Sekarang mereka benar-benar saling berselisih paham yang hebat. Sutty terlihat benar-benar marah karena Zanna memang membela makhluk yang sangat di bencinya yaitu manusia. Sutty langsung mengubah matanya menjadi hijau menyala dengan pupil garis yang begitu mengerikan. Zanna yang ikut emosi padanya sekarang juga mengubah wujudnya dan mengubah kakinya menjadi ekor seperti Sutty. Hanya badan serta kepala mereka saja yang masih mereka pertahankan seperti manusia. Zanna menatapnya tajam dengan mata kuning menyalanya pupil mata garis yang lebih tajam. Zanna juga memperbesar wujudnya dan sebanding dengan Sutty sekarang. Angin alam seakan merasakan hawa yang begitu kuat karena energi dari mereka. Angin terlihat berdebur begitu kencang. Sutty terlihat semakin geram pada Zanna. Ia menyipitkan matanya seraya menampakkan kedua taring lalu menjulurkan lidah bercabangnya yang terlihat mengerikan itu. Akhirnya ekornya mulai menghantam Zanna. Namun, Zanna membalasnya dengan menahan ekor hitam Sutty itu dengan ekor kuning emasnya itu. Zanna semakin menatapnya tajam lalu menghempaskan keras ekor Sutty hingga Sutty sedikit termundur ingin jatuh. Sutty terlihat kaget dan terengal sekarang karena syok bisa di hempas Zanna. Emosinya semakin bertambah dan sekarang seakan tak bisa di kendalikan. "Zannaa! Beraninya kau karena manusia itu padakuu!!" teriak Sutty sangat geram ia lalu menjalar cepat mendekati Zanna ingin menyerangnya. Sutty sekarang mengubah wujudnya menjadi ular seutuhnya sekarang. Zanna langsung mencengkram kepalanya yang terlihat ingin mematuk Zanna dengan lidah bercabangnya yang mengerikan. Zanna membalasnya dengan mematuknya dengan lidah bercabangnya yang lebih panjang dari Sutty. Kini Sutty kembali terhempas mundur dari serangan Zanna. Sutty semakin hilang kendali. Ia melebarkan kedua sisi kepalanya begitu lebar dan juga mendesis kuat. Betapa mengerikannya wujud asli mereka itu. Zanna juga langsung mengubah wujudnya menjadi ular wujud aslinya seutuhnya. Sutty langsung mematuk badannya. Namun, Zanna terlihat membalas patokannya lebih keras. Kini mereka saling bertarung satu sama lain begitu hebat. Sutty yang terlihat lebih sering terkena serangan Zanna kembali mendesis sangat nyaring seraya melebarkan kedua sisi kepalanya tanda sangat marah. Zanna juga membalas dengan lebih lebar membentangkan kedua sisi kepalanya seraya mendesis lebih kuat dari Sutty. Mereka lalu kembali bergelut dan terus saling mematuk satu sama lain. Mereka terus bertarung begitu dahsyat sampai batu-batu juga tanah yang ada di sana bergetar hebat karena mereka. *** Agra yang dari tadi bingung mencari keberadaan Zanna yang tidak balik-balik padahal sudah jam masuk kerja kembali itu kebingungan. Dia planga-plongo sendiri terus melihat-lihat sekelilingnya seraya terus berjalan mencari keberadaan Zanna. "Duhh, di mana ya Zanna kok tumben belum balik? Gue takutnya dia kenapa-kenapa. Kalau terjadi sesuatu sama dia kan ribet, bisa heboh semua kota karena wujud aslinya. Jangan sampai itu terjadi!" kata Agra khawatir lalu kembali berlari kecil terus mencari keberadaan Asisten kantorannya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN