Episode 9

2026 Kata
Pertarungan Zanna dan Sutty semakin sengit. Sutty termundur lumayan keras dan terlihat terluka karena Zanna. Ia langsung mencoba membalas Zanna. Zanna terlihat semakin tinggi membentangkan lebar kedua sisi kepalanya menganga mendesis. Saat Sutty ingin menyerangnya. Zanna langsung mengeluarkan api yang begitu besar dari mulutnya. Kini Sutty terkena kobaran apinya yang begitu membara itu. Sutty terlihat tak bisa bergerak sekarang. Ia akhirnya terlempar ke belakang dan terjatuh ke tanah lumayan keras. Zanna langsung mencoba melititnya cepat dengan kedua ekornya. Sutty sepertinya masih bisa melawannya meski berkali-kali terkena serangan bertubi-tubi dari Zanna. Sutty langsung melawannya dengan mengeluarkan api besar juga dari mulutnya seperti Zanna. Zanna akhirnya terkena serangannya tetapi Zanna sepertinya lebih hiperaktif ia langsung menghindari menegakkan badannya dan membalas semburan api Sutty itu. Kini mereka saling berlawanan begitu ngeri hingga semua tanaman, kayu-kayu yang berada di dekat sana kini terbakar habis. Zanna semakin membentangkan kedua sisi kepalanya dan menyembur Sutty semakin kuat hingga Sutty kembali terlempar. Kini Sutty sudah sekarat, wujudnya pun berubah dengan sendirinya menjadi manusia kembali. Terlihat kulitnya melepuh di sekujur tubuhnya. Sutty tersungkur tak berdaya lalu mencoba berusaha kembali untuk bangun meski sudah terengah ingin kehabisan nafas. Ia menatap Zanna yang masih menjadi raksasa itu. "Huh, huh, huh," Sutty ngos-ngosan terus menatap Zanna menyipitkan matanya kini tersungkur tak berdaya bahkan untuk duduk pun sepertinya ia sudah tak sanggup. Wajahnya serta badannya di penuhi oleh luka bakar juga goresan yang berdarah karena serangan Zanna. Zanna memang siluman yang paling kuat di alamnya. Karena memang Ibu dan Ayahnya adalah Ratu dan Raja ular di sana. Bahkan Sepupunya sendiri saja kalah bertarung dengannya. "Ugh! Uhuk uhuk!!" Sutty menahan sakitnya hingga ia terbatuk hingga mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya. Zanna yang sekarang terlihat lebih tenang itu pelan-pelan mengubah wujudnya juga kembali. Kini ia terlihat mengecil dan mengubah wujudnya kembali juga seperti manusia. Ia masih berdiri tegak meski juga terluka. Namun, lukanya masih tidak separah Sutty. Wajahnya juga memar dan ada goresan luka mengeluarkan darah. Pinggir bibirnya juga terlihat berdarah. Zanna menatap tajam ke arah Sutty yang terlihat sudah tak berdaya. "Zanna, aku mohon hentikan ini," pinta Sutty mengerutkan alisnya dengan nada yang sumbang karena menahan sakitnya. Zanna melangkah mendekatinya. Sutty terlihat sedikit takut sekarang. Zanna sepertinya tersadar juga sekarang dengan dirinya. Ia terlihat membelalakkan matanya melihat Sutty yang terluka parah tak berdaya itu. Ia seakan tak menyadari dirinya sendiri saat amarahnya meluap tadi. "Sutty?" tanyanya mengerutkan alisnya tipis. "Oke Zan, aku hanya pasrah sekarang. Aku akan biarkan kamu mendekati manusia. Kalau memang menurut kamu dia itu baik pada dirimu," ucap Sutty pasrah mengeladahkan telapak tangannya agar Zanna tak marah lagi padanya. Zanna hanya terdiam sekarang juga merasa bingung pada dirinya sendiri. Sutty ter engal. Ia lalu mencoba mengatur nafasnya dan menahan sakitnya. Ia lalu mengusap darah di samping bibirnya itu dan mencoba duduk perlahan. "Aku akan izinkan. Aku percaya sama kamu Zan," ucap Sutty sekarang pasrah karena kalah dalam pertarungan. Zanna hanya mengerutkan alisnya merasa bersalah juga pada Sutty. "M-maafin aku Sut," jawab Zanna sedih. Sutty tersenyum tipis sekarang seraya menahan sakitnya. Tanaman serta kayu-kayu yang ada di sana masih terlihat terbakar bekas mereka tadi. Api yang membakar tanaman serta kayu-kayu itu dihiraukan saja dengan Zanna juga Sutty. Terlihat api-api itu mengecil dengan sendirinya karena telah habis membakar semua menjadi abu. "Aku gak akan nantang kamu lagi, kalau memang benar mereka baik sama kamu. Aku biarkan, tapi aku akan selalu melindungi kamu Zan. Kalau memang ada yang nyakitin kamu," ucap Sutty seraya memegangi bahu kirinya menahan sakitnya. Zanna terlihat begitu sedih melihat Sutty. Ia langsung memeluk Sutty. Sutty terdiam mengerutkan alisnya. Zanna lalu melepaskan pelukannya. "Aku tau, kamu melakukan ini karena juga sayang sama aku," ucap Zanna menitikkan air matanya memandangi Sepupu tersayangnya itu. Sutty terlihat haru memandangnya yang terlihat menangis. "Karena memang. Dulu manusia sangat jahat memperlakukan kita. Tapi semua itu terjadi bukan kehendak dari kedua belah pihak Sut, itu karena memang takdir. Orangtuaku juga tak sengaja membunuh anak mereka karena terkejut oleh sesuatu. Jadi, maka dari itu dulu mereka juga di bunuh oleh orangtuanya," ucap Zanna menangis memegangi jemari Sutty menjelaskan. Sutty kini terdiam sungguh tak percaya. Ia hanya melongo sedih menatap Zanna mengerutkan kedua alisnya. Sutty menundukkan pandangannya ikut terbawa suasana. "Huhh, mungkin sekarang kita harus merubah kehidupan ini Sut. Kita harus lebih belajar lebih banyak lagi, bukannya kita juga di ajarkan untuk saling menghargai juga melindungi?" tanyanya lembut mengerutkan alis memandangi wajah sepupunya itu. Sutty kini hanya terdiam mendengarkan Zanna tak sanggup menjawabnya. Sutty lalu menatapnya sedih. Kini mereka hanya saling memandang dengan perasaan yang sedih terdiam. Sutty lalu tersenyum. "Ya, kita harus saling menghargai Zanna," jawab Sutty. Sepertinya ia terlihat lumayan membaik sekarang. Zanna tersenyum bahagia sungguh tak menyangka mendengar hal itu. Sutty juga membalas senyumannya. Mereka lalu kembali berpelukan erat saling terharu satu sama lain. Tanpa mereka sadari, Agra menemukan mereka. Agra terhenti saat melihat mereka saling berpelukan satu sama lain. Agra juga terlihat syok melihat sekelilingnya terbakar habis menjadi abu dan masih ada api yang menyala. Agra mengerutkan alisnya melihat semua itu seakan mengerikan baginya. "Kenapa ini? Apa yang terjadi?! Apa jangan-jangan, Zanna baru saja bertarung?" tanya Agra syok dalam hatinya terus melihat sekeliling itu. "Zanna!" panggil Agra. Zanna terkaget dan langsung melepaskan pelukannya dari Sutty. Sutty juga langsung menengok ke arah Agra. Betapa melototnya Zanna melihat hal itu. Ia melirik Sutty masih takut. Namun, Sutty terdiam menatapnya. Zanna khawatir, ia menengok ke arah Agra yang terlihat mulai melangkah mendekati mereka, ia kembali menatap Sutty khawatir. Namun, Sutty hanya tersenyum tipis dan sepertinya ia juga mau menerima Agra sekarang dan tidak mengira Agra jahat lagi. Zanna melihat itu tersenyum terharu pada Sutty. Mereka lalu sama-sama menengok ke arah Agra. Agra terlihat gugup mendekati mereka. "Agra?" balas Zanna. Agra berhenti tepat di tengah-tengah mereka. Agra langsung terkejut saat melihat mereka yang terlihat terluka parah dan berdarah. "Ya ampun, kalian kenapa?" tanya Agra panik. Zanna dan Sutty sekarang bingung saling menatap. Mereka hanya diam menunduk bingung ingin menjawab Agra. Agra terlihat semakin khawatir dengan mereka. "Emm anu Gra, kami..." "Ya udah, ayo kalian ikut aku! Kalian harus segera di obati!" potong Agra khawatir. Zanna terdiam sekarang tak bisa bersuara lagi. Sutty yang melihat Agra khawatir dan merasa ingin membantu mereka kini percaya, bahwa Agra memang manusia yang baik hati. "Em tapi Gra..." "Udah ayo!" potong Agra. "Ayo ikut aku!" perintah Agra. Kini Sutty dan Zanna hanya diam saling menatap lalu pasrah mengikuti Agra. * Agra membawa mereka ke rumah Zanna dan mengobati mereka dengan memanggil Dokter pribadi ke rumahnya. Kini mereka telah di obati Agra. Agra juga menyuruh mereka untuk beristirahat dahulu. Sutty sekarang semakin percaya bahwa apa yang di katakan Zanna benar. Ia terlihat juga merasa kagum pada Agra. "Gimana sekarang? Udah mendingan?" tanya Agra. Sutty terlihat malu. "Iya Gra, udah lumayan kok," jawab Zanna tersenyum tipis. Agra terlihat tenang sekarang mendengarnya. Agra lalu terkekeh kepada Sutty. "Oh iya kamu siapa? Temannya Zanna?" tanya Agra. Sutty hanya membelalakkan matanya bingung. Ia lalu melirik Zanna apakah Zanna sudah bercerita padanya bahwa ia adalah siluman ular bukan manusia. Zanna mengangguk. "Dia Sepupu aku Gra," jawab Zanna. Agra sungguh tak percaya dengan hal itu. "Apa? Sepupumu? Jadi, kamu punya sepupu?" tanya Agra mengerutkan alisnya. Sutty hanya melongo lalu melirik Zanna bingung. "Iya, dia juga datang ke dunia kamu karena mencari aku ke sini," jawab Zanna. Agra hanya memonyongkan bibirnya tanda mengerti dengan semua yang di omongkan Zanna. "Em Sutty. Kamu tidak perlu merasa takut kok. Agra juga udah tau kok, kalau aku ini siluman, bukan manusia," kata Zanna memberitahu Sutty agar tak salah paham. Sutty mengangkat sebelah alisnya mendengar hal itu seakan tak percaya. "Hm iya, aku ga bakal berniat jahat dan nyakitin kalian kok. Aku emang tulus menemani Zanna. Karena, kalian itu sama saja seperti diriku. Kita sama-sama hidup, dan sama-sama menginginkan kedamaian," jawab Agra tersenyum tipis meyakinkan Sutty. Zanna tersenyum senang mendengarnya. Mereka menatap Sutty bersamaan. Sutty benar-benar tak menyangka. "Hm, ternyata perkataan Zanna benar. Kalau kamu memang manusia yang berhati baik, perkenalkan. Aku Sutty," jawab Sutty tersenyum bangga padanya. Agra hanya menyeringai mendengar hal itu. "Iya, terimakasih telah mau memperkenalkan diri Sutty," jawab Agra merasa senang. Zanna begitu bahagia melihat itu. Sutty mengangguk membalas senyumannya juga. "Kami terluka seperti ini, itu karena kami baru saja bertarung," beritau Sutty sembari menunduk merasa malu juga pada Zanna. Zanna terlihat tak nyaman pada Agra. Agra melotot mengerutkan alisnya mendengar hal itu. "Benarkah? Pantas saja tempat di sekitar itu terbakar, kenapa?" jawab Agra kaget mendengarnya. Sutty menarik nafasnya terlihat merasa bersalah juga pada Agra karena telah menuduhnya adalah makhluk yang begitu jahat dan licik. "Itu karena aku masih belum mempercayai kau bahwa kau itu manusia yang baik Gra. Aku marah pada Zanna karena... Karena ia nekat pergi dan tinggal di sini bersama kamu di bandingkan di kuil. Aku mengira... Aku masih mengira kalau kau ingin berniat jahat kepada Zanna tapi... Tapi ternyata aku salah, kau memang orang yang baik," ucap Sutty menjelaskan sangat merasa bersalah. Zanna hanya tersenyum tenang mendengarnya. Agra hanya menghela nafasnya. "Huhh, iya. Itu wajar. Karena kita memang jauh berbeda dan para manusia pernah membantai kalian. Jadi, tidak ada salahnya khawatir," jawab Agra juga merasa dirinya memang makhluk yang pernah melukai hati mereka. "Tapi percayalah sama aku. Aku benar-benar tak ada niat jahat dengan kalian. Aku benar-benar tulus menemani kalian karena kalian itu sangat baik, meski aku begitu takut dengan wujud dan kekuatan kalian kalau kalian marah," jawab Agra menjelaskan. Betapa terkejut dan tak menyangkanya Sutty dan Zanna mendengar hal itu. Ternyata dugaan mereka salah, mereka malah mengira bahwa manusia lah yang memiliki pikiran yang licik apalagi Sutty. Kini Sutty telah percaya seutuhnya pada perkataan Zanna bahwa Agra itu memang manusia yang baik, hatinya juga tulus. "Tidak Agra, kami juga tidak akan menyakitimu kalau kamu tidak ada niat jahat sama kita," pungkas Sutty menggeleng. Agra hanya menyeringai lucu mendengar itu. Kini mereka terlihat saling tersenyum merasa lucu satu sama lain. "Ya sudah. Pulihkan saja dulu luka kalian. Aku akan pergi ke kantor, kalian aku tinggal dulu, permisi," pamit Agra beranjak dari tempat itu. Zanna dan Sutty tersenyum padanya dan membiarkannya saja pergi. "Agra memang manusia yang baik," ucap Sutty. Zanna tersenyum senang mendengarnya lalu mengangguk pelan. Mereka lalu istirahat memulihkan diri dan kekuatan mereka kembali. * Kini Sutty juga Zanna sembuh dan pulih kembali. Sutty terlihat bertapa untuk memperkuat kekuatannya. Zanna mencandainya dengan menyenggolnya. "Zanna," kata Sutty menahan senyumnya. Zanna hanya tertawa. Zanna memang seorang siluman wanita yang agak jahil. "Zanna, aku sekarang sudah pulih kembali," ucap Sutty tersenyum. Zanna terdiam mendengar itu. "Iya terus?" tanya Zanna. Sutty menarik nafasnya masih tersenyum. "Aku juga sekarang sudah menemukan keberadaan kamu. Aku harap, kamu benar-benar bahagia hidup di dunia ini," katanya. Zanna mengerutkan alisnya sedih. "Maafin aku Sut," ucapnya menggenggam jari Sutty. Sutty membalas menggenggam jemarinya seraya tersenyum. "Zanna, hati dan kekuatan kita memang terhubung satu sama lain. Tapi, sepertinya aku tidak bisa untuk berlama-lama di sini seperti kamu," beritahunya. Zanna membelalakkan matanya. "Aku akan kembali ke alam kita," ucap Sutty. Sebenarnya Zanna sedih mendengar itu. Namun, ia akhirnya pasrah karena memang keinginannya untuk tetap bertahan di dunia itu. "Kamu jaga diri kamu ya?" pinta Sutty berkaca-kaca. Zanna terlihat juga terharu. "Kalau kamu minta bantuan, aku siap datang Zan," kata Sutty. Zanna mengangguk terharu sedih. "Kamu?" Mereka berbalik dan tak sadar bahwa Agra baru saja ada di sana dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Sutty sedikit tak nyaman. "Sutty, kenapa kamu gak tinggal bareng Zanna aja di sini gak papa kok, Zanna kerja ikut aku juga kamu juga bisa kerja di sini," tawar Agra. Zanna terlihat ingin seperti itu juga. Namun, Sutty menggeleng tersenyum lembut menolaknya. "Tidak Agra terimakasih. Bagaimanapun, aku tetap siluman. Aku tak bisa seperti Zanna. Aku, akan menjaga alam kami agar Zanna bisa di sini saja bersamamu, aku mohon jaga Zanna ya?" pinta Sutty. Zanna terlihat semakin sedih karenanya. Agra juga seakan tak mau itu terjadi. "Pasti Sut," jawab Agra. Sutty begitu bahagia mendengarnya. Akhirnya ia mulai melangkah pergi. Zanna mencegatnya. Sutty terdiam berbalik ke arahnya. Zanna lalu memeluk dirinya. "Terimakasih," ucap Zanna seraya memeluknya erat tak tahan menahan air matanya. Sutty tersenyum membalas pelukannya. Agra seakan ikut terharu melihat itu. "Iya," jawab Sutty. Akhirnya Sutty melepaskan pelukannya lalu mulai melangkah berat pergi meninggalkan Zanna juga Agra. Mereka tersenyum sedih melihat kepergiannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN