Posisi Agra mendongak ke arah gelas yang siap tumpah ke atas tengkuknya. Wuri lalu melangkah mulai berlari ke arahnya. Terlihat bagaikan seorang Putri yang mengejar Pangerannya di sertai hiasan patung-patung manusia yang bermacam-macam wanita cantik itu lewati. Wuri pun terhenti tepat di depan Agra dan nyaris menabrak wajah tampannya yang terlihat masih datar mendongak ke arah gelas yang ingin tumpah di mukanya. Wuri terdiam memandanginya sejenak. Wanita ini terlihat tertegun terus menatapnya tanpa henti. Wuri mengerutkan alisnya tipis seraya meneguk air liur. Ia menoleh ke belakang di mana gelas yang sudah menumpahkan setengah minumannya yang sekarang terlihat seperti sebuah seni begitu indah tertahan di atas sana. Wanita itu lalu menepis gelasnya hingga sekarang pelayan itu terbalik

