Cinta Segitiga dan Laki-laki misterius dari masa lalu eps 2

1264 Kata
“mengapa kau mengambil beberapa foto Alise?” “Karena aku mencintainya” “lalu, mengapa tidak mengatakannya saja padanya secara langsung?”Lanjut Solana bertanya padanya yang sedikit menghela nafas Didalam ruangan yang temaram hanya diterangi lampu-lampu cahaya lentera kuning, Ganiel berjalan mendekati Ratu Alise berupaya menemani dirinya setelah kehilangan suami yang ia cintai. “Ratu Alise?” sapa seorang laki-laki dengan nama Ganiel yang membawa kamera ditangannya “Hai Ganiel” “Apa yang kau lihat?” Ganiel melihat beberapa foto seorang laki-laki yang sewaktu dulu sangat dibenci Ratu Alise Ratu Alise menangis menitihkan airmatanya jatuh keatas album foto laki-laki tersebut “Dia laki-laki yang selalu mengambil fotoku dimanapun aku berada seperti seorang penguntit yang membuat tidak nyaman” “Lalu, apa masalahnya?”tanya Ganiel “Perasaan tidak nyaman yang menjelma menjadi perasaan rindu. Aku mencintainya sejak dulu tapi aku sangat malu untuk mengakuinya karena dia memiliki wajah yang buruk. Aku lupa, dibalik wajah yang buruk terdapat hati yang sangat tulus mencintaiku” Mendengar pengakuan dari rasa penyesalan Ratu Alise membuat Ganiel sedikit terhanyut terbawa perasaan hingga ia pun menitihkan air mata. “Kamu adalah seorang ratu, mengapa kamu tidak mencari keberadaanya?” “Jika aku melakukan itu, maka itu hanya akan membuatnya tertekan karena menerima pernyataan cintaku” Kalimat yang sama yang dikatakan oleh kedua manusia di waktu yang berbeda. “jadi itu alasanmu tidak mau mengatakan perasaanmu” “Apalah aku, hanya seorang laki-laki dengan wajah buruk yang bahkan semua orang jijik melihatku. Berbeda dengan Erando yang tampan dan disukai banyak wanita kerajaan” “apakah kamu tidak akan menyesal karena tidak mengatakan perasaanmu?”Ganiel kembali bertanya “Ini konsekuensi atas apa yang aku lakukan sewaktu dulu padanya”Sedih Ratu Alise memeluk erat fotonya “boleh aku memelukmu?” Ganiel memberikan sedikit pelukan padanya, seorang Ratu yang tegar kini sangat rapuh. “kau tidak bisa berkata begitu, karena kamu belum sempat mencoba untuk menyampaikan perasaan padanya bukan?. Cobalah untuk lebih percaya diri untuk menyampaikan perasaanmu”motivasi Solana untuk laki-laki yang sangat mencintai Alise Ia hanya berusaha untuk tenang dengan menarik dan menghembuskan nafasnya secara berulang kali. “aku ingin kembali ke kelas, sampai jumpa” ia berlari menuju kedalam kelas. Di dalam dunia waktu, Putri Alise yang saat ini masih remaja terus memperhatikan Erando “aku ingin mendapatkannya”,batinnya “dia jauh lebih tampan dibanding yang ada di dunia nyata,ya” ledek seorang laki-laki yang sangat mencintai Alise berusaha untuk kembali menghembuskan nafas berusaha untuk sabar “berhenti untuk mendekatiku!. Kau hanyalah laki-laki buruk yang tidak pantas untuk duduk di dekatku” “dugh...” bagaikan menelan ranjau yang akan membuatmu mati dalam seketika karena sebuah perkataan pahit yang dilontarkan seorang wanita yang kamu cintai. Ia tertunduk rapuh “aku sangat minta maaf” ia berjalan pergi meninggalkan Alise dengan perasaanya yang meronta marah dan sendu bercampur aduk. “Hei, mungkin dia hanya..”Nieva berupaya menyangkal sebuah kalimat pahit yang sudah ditelan olehnya dan membuat hatinya meronta sedih “Bahkan ini lebih buruk, aku ingin pergi saja” Marquez tidak nyaman dengan keadaan Alise yang terus mengguratkan pena diatas kertasnya secara tak beraturan dan terdapat tekanan di sana, pemandangan itu membuatnya tidak nyaman tanpa menunda waktu lagi ia mendekati Alise dan duduk tepat di sampingnya “jarang lho ada laki-laki yang sampai segitu hebatnya mencintai seorang wanita yang bahkan hatinya untuk orang lain” Merasa tersindir membuat Alise berjalan menghindar “Jangan hanya karena kau di intimidasi, kau bisa melakukan hal yang lebih menyakitkan kepada orang yang tulus mencintaimu” sindir Alarico tatapannya mulai sinis “Aku tak punya urusan dengan kalian berdua”bantah Alise yang tak mau ambil pusing dan jadinya keributan “Tidak apa, kau melakukan hal yang menyakitkan baginya setidaknya ini memberikan dia kesadaran kalau cintanya tumbuh ditempat yang salah dan dia bisa mencari wanita yang lebih baik darimu, tapi bisakah kau tidak tertekan setelah mengusirnya dari hidupmu?” Tanya Reyyan menantangnya Alise terdiam tubuhnya gemetar ia sangat malu langsung menutupi wajahnya “kalian tidak tau apapun tentang ekspresi wajahku dan juga hatiku!!” “Memang begitu, baiklah. Kami tidak akan menganggu hidupmu lagi dan maaf kalau kami selalu menganggumu” Solana menarik tangan Marquez mengajaknya untuk pergi bersamanya Kembali ke asrama,Putri Alise kembali melukis wajah Erando diatas canvas tapi pemikirannya selalu tertuju pada seorang laki-laki yang telah ia sakiti hatinya. “Aaah sial!. Mengapa dia selalu menggangguku? Ini sangat menyebalkan!” Eluh Alise yang memutuskan untuk pergi keluar asrama dan pergi menuju rerumputan hijau ia duduk dibawah pohon “aku sangat mengantuk” Tak dapat memikirkan apapun tentang Erando, Putri Alise justru tertidur sangat pulas dibawah pohon “kamu bodoh sekali” Seorang laki-laki yang hatinya baru saja menelan ranjau hingga hatinya sangat hancur, ia melakukan suatu hal yang belum tentu dilakukan seorang pangeran kepada Putri kerajaan, ia menyelimuti tubuh Putri Alise dan sebelum Putri tidur itu terbangun ia langsung pergi “Aku tidak ingin ia terbangun dan kembali terganggu dengan kehadiranku” Putri Alise tentu saja bingung dengan apa yang ia lihat, selimut hangat dan lembut yang terlerai menyimuti tubuhnya “siapa?” Putri Alise melihat Erando yang duduk disampingnya, pipinya merona merah “Apakah ini kamu yang melakukannya?”tanya Alise dengan perasaan penuh harap dan sangat senang “jika aku tidak bawakan selimut itu, maka kamu akan mati mengigil kedinginan” Pengakuan palsu yang dikatakan Pangeran Erando membuat mereka terheran dengan maksud tersembunyi dari Pangeran Erando “Mengapa?.Apa yang sebenarnya ingin Pangeran Erando tujukan?. Mengapa ia mengaku perbuatan yang sebenarnya tidak ia lakukan?”Tanya Solana dengan berdesis kesal “ini adalah kesalah pahaman yang akan mengakibatkan permasalahan hebat” praduga Reyyan ia terlihat seperti sudah mengetahui apa yang akan terjadi dari pengakun Palsu ini. Putri Alise memeluk erat tubuh Pangeran Erando wajahnya sangat haru penuh bahagia “aku menyayangimu, Pangeran” Pangeran Erando hanya terkekeh “waah, apakah itu gambarku?” “kamu menyukainya?” “ini sangat indah, aku sangat suka” Semua pujian itu membuat Putri Alise semakin memasukkan nama Pangeran Erando di dalam hatinya yang paling dalam yang akan mengakibatkan sebuah masalah besar. “Sepertinya awan akan mendung, bagaimana kalau kita pergi kembali ke asrama sekarang?” ajak Pangeran Erando Putri Alise terus mengalungkan selimut itu menutupi sebagian tubuhnya ia memeluk erat selimut lembut itu “aku akan bicara dengan Pangeran Erando”Rey berjalan mendekati keduanya Reyyan di gagalkan oleh kehadiran Edelweis yang sudah berdiri mendahuluinya tepat di depan kedua orang yang sedang berjalan menuju asrama “Kalian berpacaran, sekarang?”tuduh Edelweis Pangeran Erando terlihat sedikit tak nyaman ia tertekan dengan memikirkan jawaban yang harus ia katakan perasaanya sangat bimbang dan tidak dapat menyakiti hati keduanya “Aduh aaaahhh sakit”pangeran Erando memegang perutnya ia memilih jalan pintas dengan berpura pura sakit. “biar aku mengantarmu”pinta Putri Alise “Ayo Pangeran” Edelweis segera mengalungkan tangan laki-laki yang ia cintai di lehernya berusaha menegaskan si pemilik dan tak ingin direbut oleh siapapun. Putri Alise ditinggalkan sendirian bersama sebuah selimut yang ia pikir itu pemberian dari laki-laki yang ia sukai “Reyyan, berhentilah terburu-buru. Kita juga perlu menganalisa suatu masalah jangan hanya tergesa gesa saja”kesal Marquez “maafkan aku, tapi itu sangat mengangguku” “kami juga sepertimu, tapi ingatlah kalau saat ini kita sedang berada di dimensi waktu bagaimana kalau ada seorang yang mengetahuinya?”bisik Marquez sangat kesal “baiklah, maafkan aku” “Jadi, kalian berasal dari masadepan?” Pertanyaan si ketua kelas Katrine membuat mereka tersentak bingung, keringat dingin dengan jantung yang memompa keras, tubuh mereka tak tahu apa yang harus dilakukan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN