Dua Puluh Enam

1883 Kata

Hari demi hari pun berlalu. Selain jadwal rutinnya, Aretha kini disibukkan mengikuti kelas kepribadian dua kali seminggu. Ia pantang absen satu kali pun karena sudah membayar sangat mahal. Sisa uangnya hampir ludes. Untungnya Attar berbaik hati menambah saldo di rekeningnya untuk berjaga-jaga. Hanya tinggal menunggu waktu sampai tantenya sadar ia tidak menggunakan sepeser pun uang dari kartu sakti yang diberikan perempuan itu. Di kelas itu, mungkin Aretha peserta paling muda, plus pengangguran. Peserta lainnya rata-rata karyawan perusahaan, eksekutif muda, pegawai BUMN, serta ibu-ibu dan bapak-bapak di kementrian yang hendak naik jabatan. Ia diajari etika umum, etika komunikasi, public speaking, ekspresi suara dan sikap tubuh, cara bicara yang baik, cara duduk yang berkelas, cara berjal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN