Dua Puluh Tujuh

1547 Kata

"Cha, pesanan gue kemarin udah ada belum?" kata Attar setengah berteriak pada Echa sembari mengenakan sepatu, sedangkan Echa di sudut ruangan menata isi tasnya. Keduanya dibatasi sebuah lemari yang cukup tinggi. "Kayaknya udah. Ambil aja ke rumah orang tua gue!" sahut Echa juga setengah berteriak. "Harganya berapa?" "Mana gue tahu? Urusan lo sama Mukti, bukan sama gue." Echa muncul di hadapan Attar sembari menjinjing tas punggungnya. "Mau barengan? Gue juga mau nginap di rumah Mama." "Boleh." "Tapi gue kencan sama Robi dulu, ya. Weekend, nih. Kangen ngopi." Echa menaikturunkan alisnya menggoda si jomlo itu. "Lo nggak apa-apa, kan, jadi obat nyamuk?" "Ogah!" Attar menjitak kepala Echa. "Gue langsung ke rumah orang tua lo aja." "Haseum, maneh!" Echa menyumpah nyaring. Entah kenapa dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN