Tak Di Restui Karena Usia ku Lebih Tua
namaku Sandra, aku bekerja di salah satu klinik dokter umum di sebelah Desaku.. kehidupan kami memang bisa di katakan cukup karena aku Dan suami ku Sama Sama bekerja.. aku putri tunggal dari keluarga petani..
Awalnya kehidupan keluarga kami memang baik baik saja, tapi siapa sangka lama lama suami ku hanya mengandalkan gajiku Dan dia sebagai tulang punggung bekerja seadanya. hingga saya harus bekerja tambahan paruh waktu, jualan online Dan sebagai nya..
Dia awal awal pernikahan kami, kami dulu tinggal di kota besar yang jauh dari tempat tinggal ku di desa.. niat nya ingin merubah nasib, itu kami lakukan saat aku baru punya 1 orang putri "ana".. dialah sumber semangat ku.. cahaya dalam hidup ku..
oh iya, ana adalah putri dari suami pertama ku .. setelah gagal dan menyendiri 3tahun dan aku menikah lagi.. di kota itu tak semudah membalik kan telapak tangan untuk mendapat pekerjaan. Saya yang hanya lulusan smk 4 bulan pertama di kota bekerja sebagai pambantu rumah tangga, tiap pagi selalu anak ku yang ikut ke rumah majikan Karena di kontrak an ga Ada teman..
"ibu, kok ibu nyuci dan bersih bersih di rumah orang.. ibu ga punya uang ya" tanya ana saat itu.. memang hidup di perantauan jauh dari orang tua sangatlah menyakitkan. . harus bisa menahan air mata dan terkadang menahan lapar..
suami ku kerja di proyek jadi kuli bangunan biasa.. yang 1 minggu nya hanya dapat 450ribu .. yaa tau lah hidup di kota.. apa apa harus beli,, bahkan daun singkong yang di desa cuma tinggal ambil harus beli..