Telepon masuk berkali-kali dari Adit. Theresa sangat tahu bahwa lelaki itu pasti tengah menantikan penjelasan darinya. Adit pasti ingin menanyakan terkait kehamilan Theresa juga siapa ayah yang dikandung bayi itu. Theresa hanya mengabaikannya semenjak kemarin. Ia belum siap untuk menjelaskannya kepada Adit. Theresa juga masih berusaha menerima semua kenyataan yang terjadi ini Demi Tuhan dirinya masih tidak menyangka bahwa ia masih bisa hamil. Padahal dirinya sudah merasa tenang ketika meminum pil pencegah kehamilannya. Bodohnya ia baru menyadari sudah terlambat datang bulan selama satu bulan ini. Ia tidak memiliki pemikiran sedikit pun akan kehamilan karena ia sudah benar-benar melupakan kejadian malam itu yang dirinya anggap hanyalah sebuah ketidaksengajaan. Sebuah pesan pop up muncul d

