**** Kain yang membalut tubuh indah itu melambai lambai tertiup angin.Rambutnya yang panjang kelam sedikit ikut berkibar.Wanita itu mematung disana,didekat sebuah jendela yang tirainya juga ikut berkibar diterpa angin malam. Ia menoleh dan tersenyum,wajahnya tanpa riasan yang begitu berat,hanya olesan bedak tipis dan gincu alami. Wajahnya terlihat cantik sempurna diterpa cahaya rembulan. Langkah kaki mendekat padanya,tanpa seuntai kata pria berparas tampan langsung merengkuhnya dari belakang. Memercikkan hawa hangat guna mengusir dinginnya malam.Senyum manis menghias bibir keduanya,terpaku dengan dua pasang bola mata yang saling menumbuk penuh rindu. Sungguh malam yang indah. "Jang... "bisiknya hampir tak terdengar di telinga wanita itu. Jang hanya memamerkan senyum manisnya di sam

