*** Lee Jae Hee melangkah memasuki kediamannya dengan langkah terburu-buru. Wajahnya memerah menahan rasa malu bahkan ketika para pelayan menyapanya ia sendiri tak sanggup untuk membalas sapanya. Sesampainya di kamar, pria itu mondar-mandir tak karuan lantas menampari pipinya bergantian. "Seharusnya aku tak begitu! Harusnya aku tak menciumnya. Kenapa sih?" umpat Lee Jae Hee kesal pada dirinya sendiri lalu memukul-mukul kepalanya dengan gemas. Lee Jae Hee menghentikan langkahnya, ia terduduk di meja malas yang berada di samping peraduannya dengan wajah masih saja memanas. Perlahan bayangan ketika ia mencium bibir Nona Sung kembali melintas, mulai dari menempelkannya hingga sampai melumatnya. "Tidak!!" pekik Lee Jae Hee menggeleng cepat seraya memejamkan kedua matanya. Ia tak ingi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


