****** Suara derik jangkrik mulai terdengar sayup-sayup, malam mulai mencekam menebar aroma lembab dedaunan. Suara derap kuda menerjang semak-semak tanpa ada rasa takut. Im Na Young tak memperdulikan rasa dingin yang menyerang tubuhnya, ia terus memacu kudanya memecah keheningan malam. Perlahan suara derap itu memelan, berhenti di sebuah jembatan kayu yang sudah lumayan rapuh. Im Na Young turun dari punggung kuda, sepertinya ia akan berhenti sejenak disana. Langkahnya gontai, malam itu tak ada yang mengerti bagaimana perasaannya bahkan Kim saja yang ia harapkan mau mengejarnya justru sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya. Gadis itu menghela nafas, ia duduk di jembatan dengan kaki terjuntai masuk kedalam air. Dingin. Im Na Young memejamkan matanya sejenak, rupanya hati ke

