Sag kesal moodnya ancur seketika. Ia menuju tempat tidur merebahkan tubuhnya. Meraih bantal untuk menutupi wajahnya. Itulah kebiasaan Sag, jika sedang kesal lebih memilih diam dan memilih tidur. Tan Mey menyusul dan duduk disampingnya, sambil memperhatikan pacar brondongnya. "Sag!" Panggil Tan Mey. Menarik bantal yang menutupi wajahnya Sag. "Apa sih Tan! Sag mau tidur." Sag menolak. Justru tetap menutup erat wajahnya dengan bantal. "Awas gak bisa napas tau gak sih...." Tan Mey menarik paksa bantal yang dipegang Sag. Sag yang kalah karena Tan Mey berhasil merebut bantal yang sedari tadi menutupi wajah Sah. "Biar aja mati!" sahut Sag." Sag terlihat melipat wajahnya. Ia nampak kesal dan terlihat malu karena gagal menjinakkan Shia. "Hustttt, kalau ngomong itu di pikir dulu, jang

