Zanitha mengarahkan pandangannya yang sinis pada Shia. “Apa maksud Ibu,” tanya balik Shia. Dengan suaranya yang lembut tidak ingin berucap kasar dengan ibu mertuanya. “Jangan pura-pura tidak tahu apa yang aku maksudkan,” balas Zanitha berbicara dengan serius. Dia mengerutkan keningnya. “Kalau maksud Ibu seperti itu salah. Shia tidak pernah meracuni pikiranku. Justru selama ini dia sangat sayang sama Ibu dan menceritakan kebaikan walaupun, kenyataannya dia tidak dapat perlakuan yang baik dari Ibu!” sahut suami dari Shia. Sag memberikan pengertian kepada ibunya dengan nada suara yang terdengar lebih pelan dan lembut. “Sag jangan berbicara seperti itu pada Ibu kandungmu. Jangan durhaka!” Teriak Zanitha. Senyum di bibir Zanitha sirna. “Mohon maaf, Sag tidak berniat berani apa

