Shia meminta kepada Sag untuk bercinta malam ini. Shia berharap bisa hamil dan itu hal yang paling diinginkan. Sedangkan Sag tahu dia tidak akan bisa menghamili istrinya karena sang ibu dan putranya sudah sepakat membuat batas kesuburan Sag agar tidak sampai ke rahim istrinya. Zanitha tidak menginginkan Sag mempunyai anak dengan Shia sebelum mengeruk semua harta Shia. Jika harta sudah mereka kuasai maka Shia akan mudah dikendalikan, nurut seperti pembantu. “Kan, kemarin malam sudah, masak lagi. Apa kamu gak capek, main terus,” ucap Sag. Sag mengelus rambut istrinya sambil merayu agar malam ini tidak bercinta dengannya. “Kamu gak lagi pingin ya?” Tanya Shia. Melingkarkan tangannya ke leher suaminya. Wajahnya mendekat ke wajah Sag, sesekali Shia menciumi leher suaminya. Tangannya ber

