Sag segera mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Sag buru bangun dan segera memakai pakaiannya. Ia tahu harus memerankan aktingnya lagi. Semua rencana yang sudah ia siapkan harus terjeda iklan dari istrinya yang meminta jatah ranjang. “Aku pakai bajuku dulu, jangan buka pintu,” ucap Shia. Shia segera memakai pakaiannya dan merapikan rambutnya. Dia tidak ingin mertuanya marah melihat mereka berdua lama membuka pintu karena sedang bercinta. Jika mertuanya tahu pasti Sag bakal di maki-maki oleh ibunya, begitu juga dengan Shia. “Aku buka pintu,” ucap Sag setelah rapi memakai baju. Sag segera bersiap untuk melakukan tugasnya. Ia segera berjalan menuju ke sumber kegaduhan. Begitu juga dengan Shia yang mengikuti langkah suaminya itu. Membuka pintu dan tersenyum

