Sementara di tempat ini terlihat Shia sedang bersedih mendapatkan penderitaan yang diberikan mertua dan juga w*************a. Dua orang yang licik dan kejam tidak menyiksa istrinya Sag. Laki-laki yang tidak bisa menjaga istrinya, tak seharusnya berani mengikat Shia dengan tali pernikahan. Shia merasa bukan wanita buruk rupa dan tidak seharusnya mengalami nasib yang buruk. "Shia, loe sengaja melakukan ini, kan?" Zanitha memukul lengan Shia dengan kencang. "Aow, sakit Bu!" seru Shia. Perempuan cantik ini meringis merasakan sakit dan panas bekas pukulan ibu mertuanya. "Woe, tolongin gua dulu!" teriak Tanisha yang masih tengkurap di bawah kolong tempat tidur Shia. "Iya, ini sudah Ibu tarik. Kamu usaha mundur juga, jangan diam saja," ucap Zanitha. Ia kembali jongkok dan menarik dua

