Lima Jari Aktif

1113 Kata

Ucup mulai gelisah, tatkala mendengar suara perempuan di dalam kamar. Ingin rasanya dia masuk dan ikut terlibat dalam permainan. Tapi, ia sadar jika yang ia inginkan sesuatu yang mustahil. Ucup kembali berdiri dan menggunakan matanya untuk menikmati bunga yang elok tanpa busana. Mata laki-laki ini terbuka lebar, ia hanya berkedip sesekali. Tak ingin membuat pemandangan indah itu tak terlihat ketika mata laki-laki ini berkedip. "Aku ingin!" ucap Ucup lirih sembari menelan cairan yang mengalir di tenggorokan pemuda berumur dua satu tahun. Ia memang masih muda, keinginan masih banyak. Begitu juga dengan napsunya yang sedang aktif-aktifnya. Sebenarnya sangat kasihan Ucup kepada nasibnya sendiri yang hanya bisa memandang dari balik jendela. Walaupun, dia juga sudah merasa beruntung bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN