"Kepala gua pusing," ucap Sag. Laki-laki ini menyandarkan kepalanya sambil menggerutu tentang kejadian yang baru menimpanya. Sag merasa harinya sangat sial. Ia ingin mengamuk, tapi sayang Band Tan dan Mey tidak keluar dari kamar. Seumur-umur baru kali ini tidak tuntas dalam berhubungan dengan istrinya. Pantas saja jika Sag dan Tan uring-uringan, karena kurang puas dalam menikmati makanan. Sag merasa benar-benar dipermalukan. Harga dirinya runtuh di hadapan Tan Mey. "Loe tidur saja, Bro!" suruh Oza. Oza berharap jika Sag bisa memejamkan matanya. Jika Sag bisa tertidur maka Oza bisa dengan cepat membawa Sag kembali kerumahnya. "Kenapa loe nyuruh gua tidur?" tanya Sag. Ia mengedipkan matanya dengan berat. Matanya yang tajam dan lebar seketika menyempit. "Loe bilang pusing, jadi gua

