Bulan demi bulan telah terlewati, hingga kandungan Kirana semakin besar dan wanita itu sering mengeluh lelah. Agni yang tak sabar menanti kedatangan sang buah hati dua hari dari prediksi, sering terbangun saat Kirana bergerak sedikit saat tidur. Sedikit lebaiy memang, tetapi Agni memang terlalu mencintai Kirana sehingga dia tak menginginkan wanitanya itu merasakan sakit atau lelah sedikit pun. Semenjak usia kandungannya menginjak umur tujuh bulan, Agni memutuskan untuk membeli rumah yang tak jauh dari kediaman utama Galuh Ajeng. Mengingat Kirana yang sudah tak memiliki orang tua~meski istri Mahesa sering mengunjungi semenjak Hendra di sibuk kan oleh pekerjaan kantor oleh Agni. “Kalau kamu terus saja bangun-bangun begini, aku tak akan bisa tidur nyenyak!” Ujar Kirana yang merasa te

