Sepersusuan?

1156 Kata

Dua jam sudah Agni menunggu di luar ruangan di temani oleh keluarganya. Pintu yang tertutup rapat itu masih juga enggan untuk terbuka. Galuh Ajeng sungguh sangat takut kehilangan sang menantu, selain merasa kasihan pada putra yang baru saja di lahirkan. Galuh Ajeng juga akan kehilangan senyum dari putra bungsunya.   Kirana memang membawa sinar kehidupan baru di keluarganya. Bagaimana tidak, karena Kirana lah Agni kembali menemukan tujuan hidupnya. Galuh Ajeng sungguh sangat menyayangi Kirana selayaknya putrinya sendiri seperti ia memperlakukan Melati dalam keluarganya.   Agni yang resah akan keadaan Kirana di dalam pun tak bisa menunggu dengan sabar. Sedangkan bayi yang di lahirkan Kirana sudah harus mendapat Kolostrum atau ASI pertama keluar dari ibu yang baru melahirkan.   Menang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN