Setelah mendapatkan apa yang sudah di inginkan, Kaivan dan Eksha keluar dari toko tersebut. Tak banyak tentengan di tangan Kaivan, lelaki itu berniat mengajak sang kekasih untuk mampir ke salah satu toko yang menyediakan baju tidur. Di sana Kaivan memilih-milih baju tidur yang di rasa cocok untuk kepribadian Eksha yang seperti preman. Dua buah baju tidur couple warna merah dan coklat muda sudah berada di dalam bag yang ada di genggaman Kaivan. Setelah itu Kaivan menuju ke boutik milik Mia sang calon ibu mertua untuk mencoba baju pengantin untuk mereka berdua. Acara boleh dadakan tanpa resepsi, tetapi yang namanya menikah, tetap sekali seumur hidup. Menurut Kaivan. Cinta memang milik orang lain, tetapi dia harus bisa menerima Eksha sebagai istrinya. “Kalian dari mana saja?” Mia

